oleh

Zulheri Sinaga,SH :Lepaskan Pelaku Cabul,Polsek Percut Seituan ‘Lecehkan’ UU Perlindungan Anak

*Wara Sinuhaji:Dilepaskan Pelaku Cabul,Oknum Polisi Diduga Sudah Terima Sesuatu *
PERCUT-OKB|
Pasca dilepaskannya pelaku kasus pencabulan terhadap siswi kelas VI SD,sebut saja Melati (11)warga Jalan Pasar III,Simpang Jagung, Desa Sampali,Kec Percut Sei Tuan,Kab Deliserdang,Provinsi Sumatera Utara yang dilakukan pelaku Geno (48)ternyata menuai masalah.

Terkait permasalahan tersebut,ketika dikonfirmasi okebung.com kepada Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Zulkifli Harahap mengatakan lebih baik investigasi saja dulu dengan orangtua korban kenapa dia tidak mengadu, biar mantap liputan beritanya karena sumber investigasi lebih profesional daripada konfirmasi.

“Investigasi saja dulu ke keluarga korban,biar mantap liputannya,karena sumber investigasi lebih profesional daripada konfirmasi,,” angkuh AKP Zulkifli Harahap melalui telepon selular, Senin (14/07/2014) sekira pukul 19.25 WIB.

Terpisah,menanggapi dilepaskannya pelaku cabul oleh pihak Polsek Percut Seituan,Praktisi Hukum,Zulheri Sinaga SH menjelaskan meskipun dalam kasus pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap Melati (11) telah dibebaskan oleh petugas Polsek Percut dengan alasan jika perkaranya telah dicabut sah-sah saja.

Namun,katanya kasus pidana hukumnya tetap berjalan. Akan tetapi seharusnya pihak petugas lebih profesional lagi untuk melihat kasus perkara yang akan dicabut bagi setiap pihak korban yang sangat dirugikan para pelaku tindak kejahatan.

“Polisi harus Profesionallah dalam tugasnya,lihat dulu kasus perkara apa yang akan dicabut,”tegas Zulheri kepada okebung.com.

Dijelaskannya,jika pelaku telah dibebaskan dengan alasan telah cabut perkara sangat mencederai rasa keadilan dan bisa menimbulkan efek ketidak jeraan bagi pelaku tindak kejahatan lainnya terutama dalam kasus pelecehan seks terhadap anak dibawah umur.

“Kalau memang seperti itu alasan yang diutarakan pihak petugas Polsek Percut Seituan dimana pelaku telah dibebaskan dengan alasan telah cabut perkara, itu sah-sah saja dan itu tugas pihak kepolisian dalam melakukan proses penyelidikan serta pengamanan,”jelasnya.

Meskipun demikian,tambahnya, pelaku telah dibebaskan dengan adanya alasan tersebut bukan berarti proses pidananya tidak lanjut dan harus lanjut sesuai hukum yang berlaku di Negara kita ini.

“Proses harus tetap lanjut walaupun telah berdamai,”imbuhnya.

Lanjutnya,dilepaskannya pelaku karena telah adanya cabut perkara itu, pihak lembaga-lembaga Perlindungan Anak harus segera melakukan klarifikasi dimana telah dibebaskannya pelaku yang dilakukan Polsek Percut Seituan dengan alasan telah berdamai.

“Pihak -pihak Perlindungan Anak harus
klarifikasi terkait permaslahan ini ke Polsek Percut.Sebab ini permasalahan yang berhak menanganinya pihak lembaga Perlindungan Anak,”jelasnya lagi.

Masih dijelaskan Zulheri,kalaupun kasus tersebut telahcabut perkara ataupun tidak adanya laporan pengaduan, hal tersebut masuk dalam delik pengaduan.
Namun,kasus pencabulan yang dilakukan si pelaku terhadap anak dibawah umur sudah sangat jelas dalam delik pidana umum dan sudah jelas barang bukti sudah ada dan pelaku telah sempat diamankan oleh pihak keluarga korban dan warga ke Polsek Percut Seituan .

“Jelas kasus ini harus dilanjutkan proses hukumnya lantaran pelaku sudah mengakui didepan kedua orangtua korban dan warga serta pihak polisi.Dan kasus ini jelas sudah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak yang sah diatur negara,” tegas Zulheri.

Hal senada juga diungkapkan,Pengamat Sosial dan Fraktisi Hukum,Drs Wara Sinuhaji M. Hum secara tegas menjelaskan bahwa sangat jelas sekali kemungkinan adanya dilakukannya cabut perkara dan diduga pihak petugas kemungkinan telah menerima sesuatu sehingga pelaku bisa debebaskan.Sudah jelas dizaman sekarang ini kasus pelecehan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur sedang trend dan kasusnya diperhatikan pemerintah.Namun,berani juga Polsek Percut melepaskan pelaku cabul.

“Dilepaskannya pelaku diduga pihak polisi telah menerima sesuatu dari pelaku. Kan,sudah jelas kasus pencabulan terhadap siswi Kelas VI SD didalam wanet pakaiannya dibuka pelaku dan buah dadanya digerayangi pelaku,kenapa dilepaskan polisi hanya karena korban tidak melapor.Padahal warga dan orangtua korban serta polisi telah mendengar langsung dari pelaku bahwa pelaku mengakui perbuatannya,”ungkap Wara dibalik telepon selularnya kepada okebung.com.

Dikatakannya,kalau pun antara si pelaku terhadap korban telah berdamai, proses hukumnya harus tetap berjalan dan apabila pelaku telah dibebaskan karena dengan alasan yang diberikan pihak petugas tersebut bukan berarti kasus pelanggaran secara pidana yang dilakukan terhadap korban tidak lanjut ke persidangan.Karena dalam kasus ini,Korban harus mendapat keadilan bagi,dimana sangat jelas kejiwaannya pasti menimbulkan rasa ketraumaan yang sangat besar akibat ulah si pelaku.

“Pelaku dan keluarga korban telah berdamai atau pun keluarga korban tidak melapor,polisi tetap harus menahan pelakunya.Karena ini kasus pencabulan terhadap dibawah umur dan UU Perlindungan Anak sudah disahkan negara harus dijalankan,”tegas Wara.

Lanjutnya lagi menjelaskan, hal-hal kasus seperti ini selalu menjadi argumentasi dengan adanya perkara telah dicabut dan jelas seperti sudah kelihatan adanya iming-iming hingga pihak petugas menerima perkara tersebut untuk dicabut hingga pelaku bisa dibebaskan. Pada hal dengan adanya kasus pencabulan yang dilakukannya terhadap korban dibawah umur itu sempat di amankan selama dua hari dikantor polisi.

“Secara logika, kalau si pelaku telah sempat di proses hingga di amankan dalam sel penjara beberapa hari berartikan laporan pengaduan telah masuk. Kalau laporan pengaduan tidak masuk, kenapa si pelaku sempat di amankan beberapa hari di dalam sel penjara, apa lagi si korban yang didampingin kedua orang tuahnya turut serta ikut datang mengamankan si pelaku ke Mapolsek Percut Seituan itu. Kalau seperti ini kasusnya berarti pelaku kedepannya tentu seenaknyalah melakukan perbuatan yang sama lagi,”sebutnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,Geno (52)kakek memiliki tiga cucu yang bekerja sebagai supir pribadi warga keturunan Tionghoa di Komplek Perumahan Cemara Asri diamankan keluarga korban pada dan warga lantaran telah mencabuli Melati(11)siswi Kelas VI SD didalam bilik warnet,Rabu (09/07/2014).

Didalam warnet itu pelaku dalam keadaan mabuk tuak dengan leluasa membuka pakaian korban dan menggerayangi kedua belah dada korban yang masih gadis baru tumbuh.

Usai melakukan aksi bejatnya,korban pulang dan menceritakan kejadian dialaminya kepada kedua orangtua dan warga setempat.

Sontak saja kedua orangtua korban dan warga langsung emosi dan langsung mendatangi pelaku dirumahnya.Begitu ketemu,pelaku langsung mengakui perbuatannya telaj mencabuli korban didalam bilik warnet.

Saat itu pelaku langsung dihajar massa hingga babak belur.Usai puas menghajar pelaku,massa dan kedua orangtua korban membawa pelaku ke Mapolsek Percut Seituan.

Tak hanya itu saja,dihadapan petugas Polsek Percut Seituan dan edua wartawan pelaku mengakui perbuatannya
“Benar pak,saya dalam keadaan mabuk menggerayangi korban.Sebelumnya dia saya datangi pas didalam warnet.Saya paksa buka bajunya.Begitu dibuka buah dadanya saya gerayangi,”aku pelaku dihadapan kedua wartawan.

“Benar anak kita dicabuli si pelaku tadi dan akibatnya anak kami ini masih dalam keadaan trauma. Pelaku sudah dijebloskan ke penjara sini pak” ucap ayah korban dengan membonceng anaknya (korban) pulang.(Ade/Admin)

News Feed