oleh

Wow…,’Pengemudi Pencabut Nyawa ‘ Hagania Divonis Percobaan, 6 Bulan Kurungan selama 1 Tahun Percobaan

MEDAN-OKB|
Hagania Sinukaban ,putri tersayang anggota DPRD Sumut,Layari Sinukaban terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka parah kembali digelar di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan, Senin (14/07/2014) siang.

Dalam sidang yang beragendakan putusan tersebut, Majelis Hakim yang di ketuai oleh, SB Hutagalung, SH, ini menjatuhkan vonis hukuman percobaan, yakni kurungan penjara 6 bulan selama 1 tahun percobaan, denda Rp 1 juta subsider 2 bulan kurungan penjara. Dalam artinya jika dalam waktu satu tahun terdakwa melakukan kesalahan atau terjerat hukum, maka terdakwa akan langsung dipenjara selama 6 bulan.

kaban1

“Terdakwa telah terbukti melakukan kelalaian dalam berkendara dan menjatuhkan hukuman percobaan, 6 bulan penjara selama setahun percobaan,” jelas majelis hakim kepada terdakwa.

Atas putusan tersebut terdakwa pun menerimanya begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Runggu Sitepu.

Namun usai persidangan Hagania yang selalu didampingi keluarganya ini tidak mau memberikan komentarnya dan hanya menutup wajahnya dengan tangan keluar ruang persidangan. Begitu juga dengan JPU yang seolah menghindar dari pertanyaan wartawan.

Putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim sama dengan tuntutan yang diajukan oleh JPU sebelumnya yakni 6 bulan penjara selama 1 tahun percobaan.

Sebelumnya, JPU mendakwa terdakwa Hagania melakukan kelalaian dalam berkendara yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Dijelaskan jaksa, kecelakaan itu terjadi pada Selasa (29/4) dinihari lalu di Jalan Iskandar Muda, Medan. Dimana terdakwa Hagania mengendarai mobil sedan jenis Mercy C-200 plat nomor BK 1 NC. Hagania menghantam lima kendaraan, di antaranya satu angkutan umum, dua becak bermotor dan dua pengendara sepeda motor. Akibat peristiwa tersebut, Sumarja, 38, warga Jalan Kelambir V, Helvetia, Deliserdang, meninggal dunia. Sementara itu, korban luka adalah Herman Saragih, 53, pengendara becak motor yang merupakan warga Jalan Pelajar Gang Keluarga Medan, Lukas Samosir, 23, pengendara becak bermotor warga Jalan Pasar III Darussalam dan Sumiarni, 23, warga Jalan Medan- Binjai.

Sementara itu, dalam keterangannya, terdakwa Hagania mengakui dia mengemudikan mobilnya itu dengan kecepatan 90 km/jam sambil menelepon.
“Waktu itu saya buru-buru pak, dari tempat kawan. Terus ditelepon mama disuruh pulang. Saya mengemudi mobil sambil menelepon, disitulah saya tidak bisa mengelakkannya lagi,” kata terdakwa. (Ema)
Foto :internet/

News Feed