oleh

Warga Minta Tutup Perusahaan PHG,Humas Minta Tolong Jangan Diberitakan

OKEBUNG|
Pasca terbakarnya warung milik Marihot Sitinjak akibat ulah Permata Hijau Group yang membuang Solar ke Parit. Rabu (04/02/2015) kemarin. Ternyata menuai masalah.

Pasalnya,warga keberatan dengan adanya pembuangan limbah milik PHG ke parit.

Untuk itu, warga yang bermukim dilokasi Permata Hijau Group berharap pihak pemerintah Kota Medan segera menindak perusahaan PHG bila perlu ditutup karena tidak menghiraukan nasib warga disini,”tegas Ucok Tambunan kepada okebung.com,Kamis (05/02/2015) siang.

Dijelaskannya, kami juga berharap kepada dewan kota untuk meninjau lokasi Perusahaan Permata Hijau Group yang jelas-jelas merugikan warga sekitar yang mencium aroma busuk disepanjang saluran parit.Karena, akibat ulah perusahaan PHG yang membuang limbahnya warga jadi kurang sehat,sebutnya sembari menyatakan kami akan melakukan aksi demo jika tidak ditindaklanjuti permasalahan ini.

Kepada wartawan, Marihot mengaku perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit
penyulingan minyak nabati, inti sawit, biodiesel dan oleokimia manufaktur dan mendistribusikan sawit dan produk minyak laurat itu diduga sengaja membuang solar ke parit.

Dia belum ada pertanggungjawaban PHG, karena minyak solar yang mereka buang ke parit membuat warungnya terbakar. “Saya ingin PHG Bertanggungjawab untuk warung saya,” kata Marihot.

Untuk memastikan bahwa yang dibuang itu adalah minyak, beberapa warga pun mengambil sampel dan membakarnya dengan kertas. Ternyata, api yang dihasilnya melalapnya.

Parahnya, pihak perusahaan PHG Sofyan selaku Humas ketika dikonfirmasi seputar peristiwa tersebut menyatakan,” Tolong jangan beritakan bang, ini ada rezeki nya”.jawab Sofyan tanpa menjelaskan limbah perusahaan yang dibuang ke parit.[at]

News Feed