oleh

Walikota Tebingtinggi Dialog Interaktif dengan Warga Bandar Utama

 
SERAHKAN Kegiatan Jumling di Kelurahan Bandar Utama diwarnai dengan penyerahan akte lahir gratis serta pembagian paket beras 10 kg kepada 100 orang warga kurang mampu yang merupakan bantuan dari dr Thomas Hendarta diserahkan Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan”. (Doc.BNO/WR)
 
 
 
Buananusantaraonline.com-Tebingtinggi,  Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM menyampaikan bahwa dunia pendidikan dikota Tebingtinggi masuk peringkat 4 tingkat Sumatera Utara, sehingga banyak warga luar daerah yangmengecap pendidikan di Kota Tebingtinggi, namun pemerintah kota membatasi plapon warga luar kotayang ingin mengecap pendidikan di kota itu dengan mengutamakan warganya.
 
Hal itu disampaikan Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan saat melakukan program dialog interaktif antara Pemerintah Kota dengan masyarakat dalam kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Lingkungan IIIKelurahan Bandar Utama Kecamatan Tebingtinggi Kota, Jumat (11/3), dihadiri sejumlah pimpinanSKPD, Lurah serta Camat dan tokoh masyarakat.
 
Di Tebingtinggi saja Pendidikan Usia Dini (PAUD) sudah mencapai 75 PAUD yang merupakan pendidikan di usia dini bagi anak usia 4 hingga 5 tahun. Jadi jika ada warga yang tidak sekolah diharapkan bagi warga yang tidak mampu, silahkan sekolah tanpa bayar. Saya meminta agar warga senantiasa sekolah hingga wajib belajar 12 tahun”, ungkap Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan.
 
Selain itu, walikota juga menyampaikan bahwa KTP elektronik yang dimiliki setiap warga saat ini berlaku seumur hidup, tidak ada batas waktu tertentu, untuk itu diharapkan agar disimpan dengan baik dan jangan sampai rusak apalagi hilang. Diharapkannya tahun 2016 ini tidak ada lagi warga Tebingtinggi yang sudah berhak memiliki KTP tapi tidak memilikinya, karena untuk memperolehnya tidak perlu mengeluarkan biaya, cukup lapor ke kepala lingkungan, nanti ada petugas capil yang datang jemput bola.
 
“Pada tahun ini juga pemerintah pusat telah memberi kepercayaan kepada Kota Tebingtinggimenjadi salah satu kota di Indonesia yang dijadikan pilot proyek untuk pembuatan Kartu Identitas Anak(KIA) usia 0 – 17 tahun yang saat ini sedang diproses peraturannya melalui Peraturan Walikota”, jelas Umar Zunaidi.
 
Pada bagian lainnya, Walikota mengingatkan khususnya buat ibu-ibu rumah tangga agar memperhatikan kesehatan putra-putri dengan memperhatikan asupan gizinya terutama yang berusiadibawah lima tahun (Balita) dan diperhatikan sejak mulai dalam kandungan hingga umur 2 tahun agar diberi minum ASI. Saat ini sedang berlangsung PIN Polio, ibu-ibu bawa anaknya yang belum pernah mendapat vaksin polio untuk diberikan vaksin ke Puskesmas, RSU atau tempat-tempat yang sudah disiapkan, jangan sampai tertinggal, ujarnya.
 
Selain masalah kesehatan, para orang tua juga diminta agar memperhatikan masalah pendidikan anak, jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah dengan alasan tidak ada biaya.“Untuk bantuan anak sekolah, pemerintah kota telah menyiapkan anggaran dananya hingga wajib belajar 12 tahun, jika menemukan anak putus sekolah segera laporkan ke lurah atau kepala lingkungan agar nanti diproses oleh Dinas Pendidikan”, ujarnya.
 
Kegiatan Jumling diwarnai dengan penyerahan akte lahir gratis serta pembagian paket beras 10 kg kepada 100 orang warga kurang mampu di Kelurahan Bandar Utama yang merupakan bantuan dari dr Thomas Hendarta diserahkan oleh Walikota Tebingtinggi. Pada kesempatan itu, Umar Zunaidimenyampaikan terima kasih kepada dr Thomas Hendarta. “Kita memang memerlukan dermawan-dermawan seperti dr Thomas ini, pemerintah kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada dr Thomas Hendarta”, kata Umar Zunaidi. (WR)
 
 
 

News Feed