oleh

Wakil Ketua Komisi I DPR.RI:Prajurit TNI dan Polri Sering Bentrok karena Rivalitas

OKEBUNG|
Peristiwa gesekan antara anggota TNI dan Polri seakan tak ada ujungnya. Bentrokan tersebut selalu memakan korban, seperti kejadian terbaru antara anggota Brimob Polda Kepri dan anggota Batalyon Infantri (Yonif) 134/Tuah Sakti di Batam, Kepulauan Riau padaa Minggu (21/09/2014)lalu.Empat anggota TNI tertembak dalam insiden tersebut.

 
“Perkelahian itu pada umumnya 95 persen dilakukan antara prajurit TNI lawan Brimob, dan dari data tersebut kebanyakan Brimob selalu bersenjata. Kasus terakhir pun di Batam terjadi ketika Brimob mulai membuka tembakan sementara prajurit TNI-nya tak bersenjata,” jelas Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin,Selasa (23/09/2014)sebagaimana dilansir okezone.com.
 
Menurut dia, gesekan tersebut sering terjadi dipicu hasrat rivalitas yang tak berkesudahan. Kedua pihak merasa paling kuat dengan kesatuannya. Sebab itu, kata politikus PDIP itu, dibutuhkan sarana komunikasi yang bisa menghilangkan sekat antara dua pasukan tersebut.
 
“Jadi menurut saya masih ada semacam “rivalitas“ antara prajurit TNI dan Brimob di lapangan. Untuk itu perlu sarana komunikasi antara dua satuan ini terutama di daerah-daerah. Upayakan mereka saling mengenal satu sama lain,” tegas dia.
 
Tugas tersebut kata mantan Sekretaris Militer itu, menjadi tanggung jawab pucuk pimpinan masing-masing.
 
“Tugas ini menjadi tanggung jawab komandan kesatuannya masing-masing sampai dengan tingkat Kodam dan Polda masing-masing. Proses merekatkan komunikasi ini bisa dilaksanakan, antara lain melalui kegiatan olahraga, silaturahim, latihan bersama, dan lain-lain,” ucapnya.
 
Saat ditanya mengenai wacana penggabungan keduanya agar bisa meminimalisasi konflik, Hasanuddin menilai usulan itu tak akan menyelesaikan masalah.”Tak akan menyelesaikan masalah,” pungkasnya.(net)

Foto:Net/Ilustrasi/

News Feed