oleh

Wakapolda Jabar Sebut Jangan Konotasikan Tilang itu Tidak Baik

OKEBUNG|
Wakapolda Jabar Brigjen M Taufik menyatakan,kepada masyarakat untuk tidak melekatkan image tilang itu salah. Polisi tentu memiliki dasar melakukan penilangan terhadap pengemudi.

Pernyataan jenderal polisi bintang satu itu sekaligus menjawab kritikan ‘Cirebon Kota Tilang’ yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

“Artinya jangan ada konotasi tilang tidak baik. Terkait dengan penertiban operasi jalan, itu adalah kewajiban anggota polisi,” katanya di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (10/02/2016) sebagaimana dilansir merdeka.com.

Dia menyebut, jika pelanggar tidak melengkapi surat saat berkendara tentu tindakan harus diambil. Salah satunya dengan penilangan. “Kalau tidak tertib harus ada upayakan. Kelengkapan harus sim dan stnk. Jadi ini sebenarnya oknumnya itu enggak benar,” jelasnya.

Dia menambahkan, polisi yang melakukan kegiatan razia biasanya dilengkapi dengan pelang razia. Kalau ada temuan tidak berpelang razia artinya itu dikatakan ilegal. Tak sungkan-sungkan pada masyarakat yang menemukan itu untuk melaporkannya.

“Ada pelang resmi mah. Kalau enggak ada kasih tau saya,” jelasnya.

Lainnya masih soal tilang menilang. Tindakan juga sebenarnya tidak melulu dilakukan saat razia. “Pelanggaran ditemukan tidak harus melulu saat razia. Terus kalau anggota ada pelanggaran di jalan kita hanya mengharapkan kegiatan raziakan tidak bisa. Kalau ada yang di pos ya ada kewajiban. Asalkan mereka melengkapi dengan blanko tilang,” tandasnya.(mel)

Foto: ilustrasi.

News Feed