oleh

Usai Tembak Teman,Personil Ditpol Air Tembak Kepala Sendiri

OKEBUNG|
Brigadir Dedi Saputra (37) dan Bribtu Suprianto Sigiro (37) terpaksa meninggalkan keluarga tercinta saat keduanya ditemukan tewas mengenaskan di halaman belakang rumah Dedi yang terletak di Jalan Karya Gang Masjid, Kel.Tualang, Kec Perbangunan Kab Sergai,Provinsi Sumatera Utara,Rabu (29/04/2015) sekira pukul 11.30 WIB.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab pertikaian antara kedua sahabat yang akrab ini.Sekitar pukul 15.30 WIB,jasad Dedi pun tiba di kamar jenazah RS. Bhayangkara, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Medan.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa Selasa (28/04/2015) sekira pukul 11.00 WIB, Sigiro datang kerumah Dedi, awalnya hanya berbincang-bincang saja.

Hampir setengah jam berbincang sambil bertengkar hebat. Melihat itu, Eka istri Dedi pun menyuruh keduanya untuk keluar rumah menyelesaikan permasalah mereka.

Sambil keluar rumah, Sigiro yang duluan tiba di belakang rumah Dedi, tiba-tiba saja menembak kaki kanan Dedi, disusul dibagian dada kanan serta rusuk kanannya hingga menembus ke rusuk kirinya yang diketahui menggunakan senjata laras panjang SSI V2.

Saat kejadian, ke empat anak Dedi yakni Gia, Ari, Raki dan Aqila diketahui berada di teras rumah sedang asyik bermai dengan ibunya (Eka) selaku istri Dedi.

” Kalau kata istrinya si Dedi (Eka), tembakan itu terdengar dari belakang rumah sebanyak 4 kali, tepatnya di dapur,” ujar Nuryana (52) selaku bibik kandung Dedi.

Melihat suaminya (Dedi) tewas dengan mengeluarkan darah segar dari tubuhnya, Eka pun menjerit dengan ketakutan.Tak berapa lama setelah kematian Dedi di belakang dapur, Sigiro pun langsung mencium seluruh tubuh Dedi seakan menyesal, dan langsung menempelkan laras panjangnya tepat dikepalanya.

“Habis dibunuhnya anakku, di ciumnya seluruh tubuh anakku itu, dan dia pun bunuh diri,” ujar Nuryana.

Jasad kedua sahabat yang diketahui hampir 2 tahun berteman ini pun, akhirnya menjadi tontonan warga sekitar dan tak berapa lama pihak kepolisian bersama Ambulance langsung membawa jasad Dedi ke RS Bhayangkara.

Jasad Dedi yang ditemani oleh Nuryana dan kerabatnya sangat terpukul atas kepergian Dedi yang sangat cepat.

“Kami disini yang mewakilinya dek, istrinya pun gak kuat untuk datang, pak Wajik ayah Dedi pun kini lemas di kampung (Sergai),” tutup Nuryana.

Dimata keluarga, Dedi dikenal sebagai sosok pria yang baik.”Dia abang yang baik dan mudah bergaul bang, ku lihat dia tak pernah ada musuh, kami pun terpukul, tapi mau gimana lagi sudah keputusan yang di atas,” ungkap seluruh kerabat Dedi.

Sejam setelah kedatangan Dedi, tepat pukul 16.30 WIB, jasad Sigiro pun datang ke RSU Brimob. Untuk dilakukannya otopsi, terlihat hingga pukul 18.00 WIB, jasad kedua sahabat ini pun masih dalam pemeriksaan, dan lagi bila keluarga Sigiro hingga adzan magrib belum datang untuk melihat jasadnya.(ad\rz)

Foto|ist\

News Feed