oleh

Untuk Melawan ISIS, Australia Kirim Pesawat Tempur

OKEBUNG|
Pemerintah Australia menegaskan komitmen untuk memerangi melawan kelompok militan ISIS. Negeri Kanguru itu akan mengirimkan pasukan dan pesawat tempur sesuai permintaan Amerika Serikat (AS).

 
Australia akan mengirimkan total 600 anggota militernya, yang terbagi atas 400 personel Angkatan Udara dan 200 tentara pasukan khusus yang akan terbang ke United Arab Emirates. Menurut Perdana Menteri Australia, Tony Abbott di sana merupakan markas dari AS.
 
Negeri Kanguru akan mengirimkan delapan pesawat jet tempur super hornet pada pagi hari waktu setempat, pesawat kontrol dan pesawat pengisian bahan bakar juga akan dipersiapkan. Abbott menyatakan pasukan dan pesawat tempur itu akan terbang dalam beberapa hari mendatang.
 
Abbott mengatakan, pengiriman bantuan militernya sudah “bijaksana dan proporsional” dalam berkontribusi terhadap koalisi. Namun, dia belum belum membuat keputusan untuk mengirimkan pasukan darat untuk melawan ISIS.
 
Ini merupakan gerakan selanjutnya dalam keterlibatan Australia, yang mencoba membendung pergerakan kelompok militan setelah bulan lalu bergabung dalam upaya bantuan multinasional. Australia turut mengirimkan perlengkapan militer dan bantuan ke pasukan Kurdi, yang sedang bertarung dengan ISIS di Irak bagian utara.
 
Tindakan itu sekaligus melanjutkan pernyataan Pemerintah Australia, pada Jumat kemarin, yang ingin meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kelompok teroris untuk pertama kali. Australia waspada terhadap kemungkinan warganya menjadi korban di Irak atau Suriah.
 
Dalam sebuah pernyataan, Abbottt melanjutkan, sebagai bagian dari pengiriman ini Australia akan menyiapkan sebuah kelompok yang bertindak sebagai penasehat militer, yang dapat membantu pasukan keamanan Irak dan lainnya dalam memerangi militan.
 
Abbot menambahkan, akan membuat keputusan lebih lanjut sebelum mengirimkan pasukan untuk berperang melawan ISIS melalui jalur darat.
 
“Saya harus memperingatkan kepada warga Australia begitu persiapan dan penyebaran operasi ini diperpanjang, maka bisa membutuhkan waktu yang sangat lama,” katanya, diberitakan Reuters, Minggu (14/09/2014). (Okz/Net)

Foto:Net/ISIS/

News Feed