oleh

Untuk Bangun Monorel,Aceh Butuh Rp8,75 Triliun

OKEBUNG |
Seiring semakin padatnya penduduk dan kendaraan di Banda Aceh, pemerintah kota Aceh merencanakan pembangunan monorel untuk mengatasi kemacetan. Untuk membangun monorel tersebut, dibutuhkan dana sekira Rp8,75 triliun.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, mengatakan pihaknya sudah memiliki rute yang akan dibangun monorel dan menghitung anggaran pembangunannya. “Dibutuhkan anggaran sebesar Rp 8,75 triliun,” katanya di Balai Kota Banda Aceh, Rabu (24/09/2014).

Menurutnya, monorel dibangun rutenya dari Ulee Lheu melintasi pusat kota hingga ke Darussalam. Kemudian dari Terminal Bus kawasan Batoh hingga tembus ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Illiza mengatakan, pembangunan ini bakal menelan biaya tak sedikit, terutama untuk pembebasan lahan. Untuk itu ia berharap dukungan Pemerintah Provinsi Aceh dalam membantu pembangunan sekaligus untuk mencari investor.

Karenanya, dia meminta bantuan Pemprov untuk membantu anggaran renovasi jembatan Lamnyong-Darussalam yang kini sering menjadi titik kemacetan di Banda Aceh, terutama pada jam-jam sibuk. “Butuh anggaran Rp200 miliar,” ujarnya.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mendukung rencana untuk mengatasi kemacetan yang mulai menghantui Ibukota Provinsi Aceh, dengan membangun monorel. “Untuk investor sudah ada, bahkan sudah beberapa kali pertemuan, dan akan dirundingkan kembali,” sebutnya.

Rencananya, jika proyek ini terealisasi maka investor akan mengelolanya selama beberapa tahun kemudian akan diserahkan ke pemerintah. Pihaknya juga berjanji siap menyubsidi biaya transportasi warga bila terasa mahal. (okz\net)

News Feed