oleh

Transaksi Jual Senpi,Pelaku Sindikat Penjualan Senpi Ditembak Mati Polda Sumut

OKEBUNG|  
Tam Wui Wen alias Wendy (39) warga Jalan Sentang No 1 Kelurahan Sekip Medan Petisah,tersangka sindikat penjualan senjata api (senpi) harus merenggang nyawa dipelor petugas Subdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut lantaran berusaha menembak petugas saat dilakukan penangkapan terhadap dirinya dikawasan Pasar X Tembung, Selasa (16/09/2014)sekira pukul 23.30 WIB.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka 1 unit senjata api jenis Six Hour buatan Amerika Serikat, 2 selongsong peluru tajam, satu paket kecil narkoba jenis sabu, 2 unit telepon genggam, KTP dan SIM.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Dit Reskrimum )Polda Sumut Kombes Pol Dedy Irianto didampingi Kasubdit III AKBP Amry Siahaan menerangkan bahwa penangkapan tersangka berawal penyamaran (under cover) yang dilakukan oleh petugas polisi.

Saat itu, petugas menjanjikan dengan tersangka untuk membeli senjata api.Setelah terjadi negosiasi lantas pertemuan pun dilaksanakan dikawasan Pasar X , Tembung. Pada saat mengadakan transaksi, petugas langsung menangkap tersangka yang memberikan senjata api. Namun, tersangka sempat melakukan perlawanan saat diamankan petugas. Bahkan, saat itu, tersangka sempat berusaha menembak petugas, dengan senjata api (Senpi) yang dimilikinya.

“Tersangka ditangkap terkait penjualan Senpi. Anggota di lapangan menyamar sebagai pembeli, hendak melakukan transaksi dengan tersangka. Saat akan ditangkap, tersangka melakukan perlawanan dan hendak menembak petugas. Kemudian anggota melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara, namun,tersangka tetap melawan dan akhirnya dilakukan tembakan yang mengenai dada tersangka.  Selanjutnya, tersangka diboyong ke Rs Bhayangkara Medan namun, nyawa tersangka tidak tertolong,”bebernya,Rabu(17/09/2014)siang.

Masih dikatakannya, mengenai proses penembakan, anggotanya telah sesuai dengan prosedur. Pasalnya, posisi anggotanya terdesak, dan tersangka memiliki senjata api ” Kalau anggota tidak menembak duluan, pasti anggota saya yang kena tembak. Tindakan itu sudah benar, tidak mungkin anggota membiarkan dirinya ditembak,kita juga sudah mengeluarkan tembakan peringatan,”jelasnya.

Dijelaskannya, penggunaan senjata api merupakan pelanggaran berat dan diatur dalam Undang-Undang Darurat (UUD). Pihaknya segera akan melakukan pendataan di seluruh Satwil, terkait laporan tindak pidana dengan menggunakan senjata api. Diharapkan, pihaknya dapat mengungkap keterlibatan jaringan penjualan Senpi. ” Kita akan data pemakaian senpi di seluruh Satwil kita. Karena penggunaan senpi sangat dilarang penggunaannya di masyarakat,”sebutnya.

Masih dikatakannya,penggunaan senpi hanya dipergunakan petugas kepolisian dan TNI. Itupun penggunaannya tidak sembarangan dan diatur dalam UU. Terkait kasus ini, kita akan kembangkan lagi, soalnya, tersangka sudah tewas dan pastinya akan memutus jaringan untuk pengembangan, namun, masih kita upayakan.

“Setelah divisum,tersangka dimasukkan ke kamar mayat RS Bhayangkara Sumut. ” Keluarga tersangka sudah mengetahuinya, dan sudah kami ceritakan kronologisnya,”tutupnya mengakhiri.(Smj/Admin)

Foto:Ilustrasi/Net)

News Feed