oleh

TNI Dan Rakyat Berbaur Dalam Satu Kemanunggalan

MEDAN – Orang tua Asuh yang diaplikasikan pada Program TMMD bertujuan untuk manunggalnya TNI dengan Rakyat, sehingga warga dapaat beriteraksi langsung dengan Tentara dalam satu atap. Demikian disampaikan Letkol Inf Edison SS Wadan Satgas TMMD ke 99 tahun 2017 Kodim 0201/BS usai menyaksikan rubuhnya rumah tidak layak huni ibu karsinah, rabu (12/7).

Menempatkan personil satgas masih muda-muda ke rumah orang tua asuh merupakan kesan tersendiri bagi warga. Dimana tadinya rumahnya sunyi kini ramai dan selalu bercengkrama.

Seluruh prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) selama menjalankan program TMMD reguler tinggal dan menetap selama sebulan di wilayah itu. Tak heran, jika puluhan prajurit Satgas TMMD tinggal (tidur) di rumah-rumah milik warga.

Kendati banyak warga sempat terjadi saling menawarkan diri agar rumahnya ditinggali oleh prajurit, namun setelah dilakukan koordinasi dengan pihak instansti, pemerintah desa dan tokoh masyarakat, maka dipilihlah ada beberala warga yang rumahnya ditinggali oleh para prujurit.

Warga yang mendapatkan kesempatan langka tersebut senang bukan kepalang. Hari-hari di rumah itu telah kedatangan tamu istimewa. Selama sebulan pemilik rumah hidup dan tinggal bersama prajurit TNI bagaikan mendapat “Keluarga Baru”.

Disinilah suasana baru hadir ditengah kehidupan bermasyarakat di wilayah Sicanang Belawan. Suasana rumah yang ditinggali prajurit menjadi hingar-bingar. Hari-hari sebelumnya yang sepi-sepi saja, kini ramai, penuh tawa dan canda. Anak-anak pun mulai bermanja-manja dengan para prajurit Satgas.

Ketika usai bekerja di lapangan lokasi TMMD, orangtua dan anak-anak bercengkerama dengan prajurit Satgas TMMD. Bahkan, saat sore tiba, prajurit sepulang dari lokasi TMMD pun menyempatkan diri membantu memasak di dapur dan berolah raga.

Prajurit Satgas pun tidak canggung-canggung membantu tuan rumah, yang ditinggali memasak sayur atau menggoreng ikan, tahu dan tempe sebagai lauk makan malam. Suasana keakraban pun nampak jelas. Semua seperti keluarga.

“Prajurit Satgas yang tinggal, tidur dan makan di rumah warga merupakan wujud keharmonisan dan hubungan kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami hidup berdampingan serta berbaur. Kami seperti saudara dan keluarga. Kegiatan di rumah ini, kami merasakan seperti tinggal di rumah sendiri,” ungkap Prada Dwi dari Yon Armed.(Yas)

News Feed