oleh

Timah Banyak Diseludupkan ke Luar Negeri Untuk Bahan Baku Ponsel

OKEBUNG|
Terkait banyaknya penyeludupan timah keluar negeri,membuat pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai memperketat ekspor timah dalam rangka mengendalikan ekspor besar-besaran komoditas strategis ini.

Selama ini, sudah ada aturan ekspor timah namun masih ada celah sehingga produk bahun baku industri elektronika seperti ponsel ini banyak diselundupkan secara ‘resmi’ maupun ilegal.

Aturan terbaru pengetatan ekspor yaitu Permendag No. 33/2015 yang merupakan pengganti Permendag No. 44/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah. Permendag ini merupakan hasil revisi Permendag No 78 Tahun 2012, yang merupakan revisi Permendag No 32 Tahun 2012 tentang Ketentuan Ekspor Timah.

Menperin Saleh Husin mengatakan, selama ekspor timah ini banyak yang disalahgunakan karena masalah dengan ketentuan ekspor yang tak spesifik seperti ketentuan soal ekspor timah jenis tertentu. Banyak eksportir mengekspor dalam bentuk timah yang di luar dari bentuk batangan atau kawat.

“Sehingga banyak pemanfaatan dibuat guci, asbak itulah yang digunakan untuk diekspor. Makanya sekarang lebih rinci maka dipersulit untuk melakukan ekspor yang mana merugikan kita sendiri,” kata Saleh Husin di Kemendag, Selasa (19/05/2015),sebagaimana dilansir detik.com.

Sementara itu, Deputi V Kemenko Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady mengatakan, selama ini ekspor timah banyak tak tercatat.

“Kita selama ini loss. Loss ekspor kita per tahun US$ 720 juta yang tidak tercatat,” katanya.

Ia mengatakan, ekspor timah selama secara volume lebih banyak daripada yang tercatat secara resmi. Ekspor timah dikirim ke Malaysia maupun ke Singapura.

“Jadi kita ekspor US$ 1,2 miliar tapi yang tercatat di Singapura hanya US$ 638 juta. Pertanyaannya ke mana yang US$ 618 juta. Itu tambahan loss-nya. Dari timah saja, artinya sumber daya alam kita tereksploitasi tanpa terawasi,” katanya.(admin)

Foto|Ilustrasi\dok.net

News Feed