oleh

Tim Pemburu Preman Polresta Medan Amankan 59 Jukir Liar

OKEBUNG|
Tim Pemburu Preman (TPP) Sat Sabhara Polresta Medan,menggelar razia juru parkir (jukir) liar,Minggu (17/05/2015),siang.Hasilnya sebanyak 59 orang jukir liar berhasil diamankan dari berbagai lokasi di Medan.

Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol AA Rangkuti menyebutkan bahwa razia jukir liar tersebut digelar sejak Jumat 15 Mei 2015,lalu di berbagai ruas jalan seperti Jalan Merak Jingga, Jalan Asia,Jalan Thamrin Baru, Jalan Bandung, Jalan MT Haryono, Jalan SM Raja, Jalan Jawa dan Jalan Sutra Medan.

“Sejak 15 Mei 2015 lalu kita gelar razia jukir liar ini,”jelas Rangkuti.

Kegiatan ini,kata Rangkuti, merupakan tindaklanjut program kerja 100 hari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menggelar razia premanisme. Sebab, banyak keluhan masyarakat khususnya pemilik kendaraan roda dua dan empat yang merasa terganggu. Apalagi,‎ penerapan tarif parkir, ditentukan sesuka hati oleh ‎jukir liar.

“Para jukir liar yang diamankan. ini termasuk preman, sebab mereka tidak memiliki identitas resmi serta tak terdaftar di instansi terkait.‎ Tarif parkir pun ditentukan sembarangan tanpa mengindahkan ketentuan, sehingga membingungkan masyarakat,”tandasnya.

Menurut Rangkuti, seluruh baju parkir tersebut kemudian disita dan dilakukan pembinaan.Masing-masing jukir liar difoto guna dokumentasi.

“Ke depan diharap mereka melengkapi identitas dan mengutip jasa parkir sesuai ketentuan berlaku,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa jika anda korban pemerasan jukir liar dengan menetapkan tarif sesuka hati, kini tak perlu khawatir. Polisi mengimbau kepada masyarakat yang menemukan jukir liar silakan hubungi call centre 081376670983.

“Saat melapor, sebutkan nama jalan atau lokasi pasti, maka akan disiarkan ke seluruh personel TPP,” terang Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol AA Rangkuti.

Lanjut dijelaskannya bahwa pihaknya akan melakukan penindakan jukir liar secara berkelanjutan. Selain itu tak ketinggalan akan melakukan razia premanisme.

“Kami ingin memberikan rasa tenang dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah hukum Polresta Medan. Karena itulah TPP dihidupkan kembali. Saya tidak mau mendengar keluhan masyarakat terkait premanisme ,”tutupnya.[fkm\admin]

Foto |ilustrasi|dok.net

News Feed