oleh

Tiga Pilar Kecamatan Tambora Bentuk Gerakan Masyarakat Anti Tawuran

OKEBUNG|
Komandan Kodim 0503/Jakarta Barat ,Letkol Inf Maychel Asmi menyambut baik dan mendukung upaya penegak hukum (Kepolisian) dan Pemkot Jakarta Barat, dalam rangka menekan angka tawuran di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Masyarakat bersama 3 Pilar Kecamatan Tambora bentuk Gerakan Masyarakat Anti Tawuran (GMAT) bertempat di samping Season City, Jakarta.

Dandim juga menyesalkan ulah generasi penerus bangsa yang terlibat dalam setiap aksi tawuran dan kekerasan. Ia berharap, acara yang menjadi pilot project-nya Kapolres Jakarta Barat itu, dapat membuahkan hasil sehingga angka kriminalitas dapat teratasi.

“Tawuran sering kita dengar setiap waktu yang datangnya dari wilayah Tambora, kasihan generasi kita, makanya mari dalam kegiatan ini kita bersama-sama dengan komponen masyarakat agar Tambora bebas dari tawuran,” ungkap Dandim.

Selain tawuran, kata Dandim, pihaknya juga akan memfokuskan konsep tersebut pada sektor kebersihan, salah satunya program ‘Ciliwung Bersih’ dan masih banyak sampah yang dibuang di Kali Ciliwung, Banjir Kanal Barat (BKB).

“Kemarin hari minggu saya bersama pejabat Kodam Jaya menelusuri Kali Ciliwung dengan menggunakan perahu karet (LCR), masih melihat sampah di anak Kali Ciliwung Tambora. Untuk itu mari kita juga jaga lingkungan dari sampah. Saya menunggu satu bulan ke depan, Tambora bebas tawuran dan sampah,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Barat M. Yuliadi mengapresiasi Gerakan Masyarakat Anti Tawuran. Melalui GMAT ini, diharapkan masyarakat mengetahui serta mencegah terjadinya tawuran. “Kami tak ingin masyarakat terprovokasi, apalagi terlibat dalam tawuran. Ciptakan kondisi tertib dan aman,” imbuhnya. 

Dikatakan, selama ini Pemprov DKI sangat memerhatikan kesejahteraan masyarakat dengan adanya sejumlah program pembangunan seperti pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

 Namun Pemprov DKI tidak segan-segan mencabut pemberian KIP dan KIS bagi warga yang terlibat tawuran. “Mengingat dana yang dipakai dalam KIP dan KIS dari masyarakat, kami akan mencabutnya kembali terhadap mereka yang terlibat tawuran warga. Untuk itu ciptakan wilayah yang tertib dan aman,” jelasnya. 

Sementara itu,Camat Tambora Mursidin menyatakan pihaknya berusaha menghapus image tawuran yang melekat di daerahnya. 

Maka dari itu jajarannya melakukan upaya demi mengajak masyarakat akan memahami betapa bahayanya tawuran tersebut. “Memang miris Tambora identik dengan tawuran, Gerakan Masyarakat Anti Tawuran Kecamatan Tambora ini dicanangkan guna menjawab image masyarakat Tambora yang sering Tawuran.[rel]

News Feed