oleh

Tiga Napi Titipan Lapas Tanjung Gusta Kabur Dari Lapas Gunung Sitoli

NIAS -OKB|
Pelarian napi dari Lembaga Pemasyarakat (Lapas)di Sumatera Utara kembali terjadi lagi.Kali ini,tiga orang narapidana titipan dari Lapas Kelas 1A Tanjung Gusta-Medan yang dititipkan di Lapas Kelas II B Gunungsitoli, Kepulauan Nias kabur,Jumat (01/08/2014) dengan cara menjebol plafon ruangan tahanan.

Informasi diperoleh,ketiga narapidana tersebut kabur akibat kelalaian petugas yang diduga saat itu tertidur.

Akibatnya,pihak kepolisian dan petugas Lapas Gunung Sitoli pun melakukan pencarian dan pengejaran terhadap ketiganya.

Sementara itu,Kasat Reskrim Polres Nias AKP.Arifieli Zega, SH mengatakan seluruh area wilayah di Gunung Sitoli telah dijaga.

“Benar ada tiga orang yang kabur.Dan kita mendapatkan informasi ini dipukul 06.00 wib,dimana pelaku melarikan diri dengan cara menjebol plafon,”ucapnya yang mengatakan telah mengerahkan sebanyak 100 personil dilapangan,”ujarnya melansir batakpos.co.id.

Untuk penjagaan,lanjut Kasat pihaknya melakukan pejagaan disekitar wilayah Lapas tepatnya di Desa Hilina’a, Kecamatan Gunung Sitoli Barat,kawasan pelabuhan,terminal hingga bandara.

“Kita berharap adanya kerjasama dari pihak masyarakat sekitar,termasuk para keluarga narapidana agar ketiganya bisa menyerahkan diri,”himbaunya.

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu napi yang kabur yakni,Dedi Harianto Nasution warga Jalan Kelambir, Gang Tower, Medan Sunggal merupakan bisa dikategorikan penjahat kelas kakap.Pasalnya,dari catatan yang diperoleh,napi ini,memiliki data kejahatan yang sangat bahaya.

Awalnya Dedi divonis 12 tahun penjara di LP Tanjung Gusta hingga dikirim ke LP Gunung Sitoli.Vonis tersebut diterimanya setelah ditahun 2012 menembak mati rekanya dikawasan Jalan Letda Sujono-Medan.

Peristiwa ini sempat geger di Kota Medan saat itu,korban bernama Irwansyah tewas ditembak di Jalan Letda Sujono Gang Setapak, Kelurahan Tembung Kecamatan Medan Tembung.

Polisi pun saat itu harus bekerja ekstra keras mengungkap kasus tersebut hingga berhasil membekuk pelaku dengan mengamankan satu unit pistol jenis revolver.

Dari catatan polisi yang saat itu Polresta Medan masih dipimpin M Yoris Marzuki sebagai Kasat Reskrim Polresta Medan,Dedi memiliki segundang catatan dimana  tahun 2002 hingga 2007 terlibat kasus pembunuhan, pada tahun 2007 hinga 2008 terlibat kasus narkoba jenis shabu-shubu, tahun 2008-2010 tersangka terlibat kasus pengelapan satu unit kendaraan bermotor.(Admin/Red)
Foto:ilustrasi/net

News Feed