oleh

Tertangkap Tangan KPK, Anggota DPR RI Coreng Wajah PDIP

OKEBUNG |
Satu lagi anggota DPR RI,Adriansyahterjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bali. 

Adriansyah, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) berhasil disergap Tim Satgas KPK, saat hendak bertransaksi pada Kamis 9 April 2015 malam di sebuah hotel di Bali. Penangkapan ini dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Penangkapan Adriansyah asal Kalimantan Selatan ini membuat heboh, karena PDIP sedang melakukan Kongres IV di Sanur, Bali. Tak dapat dipungkiri, peristiwa ini justru mempermalukan para kader yang sedang berkongres.

Dalam keterangan persnya, Wakil Ketua sementara KPK Johan Budi SP menyebutkan 2 orang diamankan di‎ hotel di kawasan Sanur, Bali sekitar pukul 18.45 Wita, berinisial A dan AK. 1 Orang lagi di kawasan Senayan, Jakarta, sekitar pukul 18.49 WIB, berinisial AH.

“A mantan bupati yang sekarang berstatus anggota DPR. Selain itu, di hotel yang sama juga ditangkap AK. AK ini semacam messenger (kurir),” ungkap Johan saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta.

Dikatakan Johan, keduanya saat itu diduga sedang melakukan transaksi. Sebab di sana ditemukan sejumlah uang dalam bentuk mata uang dolar Singapura dan uang rupiah sejumlah ratusan juta.

“Ada dolar Singapura dalam pecahan ribuan, jumlah tepatnya belum dapat dari penyidik. Dan rupiah juga belum tahu,” paparnya.

Sedangkan di tempat berbeda, juga dilakukan penangkapan terkait penangkapan di Bali. 

“Seorang lagi yang diamankan ‎sebuah hotel di kawasan Senayan Jakarta berinisial AH. Penangkapan ini satu masih rangkaian dengan di Bali. AH ini seorang pengusaha,” bebernya.

Menurut Johan, rangkaian penangkapan ini terkait dugaan pemberian izin lokasi di Kalimantan.

“Diduga berkaitan dengan pemberian izin di sebuah lokasi di Kalimantan,” imbuhnya.

Ketiganya kini sudah berada di Gedung KPK dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk mendalami apakah telah terjadi tindak pidana atau tidak. Status ketiganya hingga saat ini masih terperiksa.

“Saat ini ketiganya sudah dibawa ke KPK dan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif, status ketiganya adalah terperiksa,” pungkasnya.

Terpisah, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mengatakan, bisa memberhentikan anggota Komisi IV DPR Adriansyah tanpa menunggu usulan dari fraksinya.

“Mahkamah Kehormatan Dewan bisa memberhentikan Adriansyah dari anggota DPR kalau dia itu terbukti tertangkap tangan,” kata anggota MKD DPR RI, Guntur Santoso.

Menurut Guntur, dalam UU MD3 yang berlaku saat ini memang ada ketentuan yang mengharuskan penyidik baik dari Kepolisian, Kejaksaan dan KPK untuk mendapatkan izin terlebih dahulu dari MKD. Namun terdapat pengecualian bagi anggota yang tertangkap tangan.

 “Mahkamah memprosesnya dari sisi etika internal,” ujar Guntur.

Bunyi Ayat (3) UU MD3 adalah, “Kepolisian, Kejaksaan dan KPK tak perlu izin dari Mahkamah Kehormatan Dewan untuk memeriksa anggota DPR, jika (a) tertangkap tangan melakukan tindak pidana, (b) disangka melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau tindak pidana kejahatan terhadap kemanusiaan dan keamanan negara berdasarkan bukti permulaan yang cukup, (c) disangka melakukan tindak pidana khusus”.

Menanggapi tertangkapnya Adriansyah, politikus senior PDIP, Pramono Anung membenarkan ada kader partainya yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Bali. Menurut Pramono, kader itu bernama Adriansyah.

Penangkapan itu, ucap Pramono, telah dicek dan ditanyakan langsung kepada salah satu pimpinan KPK, dan lembaga pemberantasan korupsi itu membenarkannya.

“Memang betul yang tertangkap tangan adalah Adriansyah, mantan Bupati Tanah Laut (Kalimantan Selatan) dua periode dan periode kemarin pernah menjadi Ketua DPD Kalsel,” tandasnya.

Sementara itu, TB Hasanuddin, yang juga anggota DPR RI dariF-PDIP yang ditanya wartawan mengatakan, peristiwa ini sngat menjijikkan. Sedangkan Dr.Junimart Girsang, SH, MH anggota DPR dari Fraksi PDIP juga, dalam wawancara media mengatakan, Adriansyah bisa kena sanksi tegas. 

“Ya, bahkan bisa kena tindakan pecatan dari DPR maupun dari partai, bila terbukti melakukan tindakan korupsi,” kata Junimart.  

Diberitakan sebelumnya, 3 orang yang ditangkap itu adalah: Drs. H. Adriansyah, Andrew Hidayat, dan seorang anggota polisi Briptu Agung Kusnadi. [DANS]

Foto |dok.net

News Feed