oleh

Tersangka Korupsi Alkes RS Dr Pirngadi Medan DPO

MEDAN-OKB|
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, dr Amran Lubis, yang menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) dan KB di rumah sakit tersebut hingga kini keberadaannya misterius. Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polresta Medan belum mengetahui di mana keberadaan mantan orang nomor satu di rumah sakit milik Pemko Medan ini.

Menanggapi hal tersebut,Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram ketika dikonfirmasi pada Selasa (12/08/2014) siang mengaku, pihaknya masih menelusuri keberadaan yang bersangkutan.

“Sampai saat ini masih belum menemukan keberadaan pasti di mana dia (dr Amran Lubis) berada, apakah di Medan atau Jakarta,” Kata mantan penyidik KPK ini.

Namun demikian pihaknya selaku yang menangani kasus ini tetap berusaha terus mencari keberadaan tersangka kasus korupsi ini. Ia pun mengaku status yang bersangkutan saat ini bisa dibilang diburon atau DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Memang kita belum terbitkan surat penjemputan paksa, hanya pemanggilan paksa. Tetapi bisa dikatakan dia sudah menjadi DPO,” tandas perwira dengan satu melati emas di pundak ini.

Hal senada juga. diutarakan Katim (Kepala Tim) Tipikor Satreskrim Polresta Medan, Iptu Lalu Musti Ali

Dikatakan olehnya jika Amran saat ini diduga berada di Kota Medan.

“Saya tadi sudah koordinasi bahwasanya dia dikabarkan dirawat di RS Ommni Tangerang tapi ternyata tidak ada,” kata Lalu Musti menerangkan.

Ia membeberkan, untuk surat keterangan yang disampaikan bersangkutan memang dari RS Ommni Tangerang tetapi rekam medisnya dari RSCM Jakarta.

Ditanya apakah statusnya saat ini sudah DPO, Lalu Musti tak berani mengatakannya. Akan tetapi, lanjutnya, apabila pihaknya sudah mendapat surat keterangan penyidik di Jakarta mengenai keberadaan Amran dan setelah surat penangkapan diterbitkan ternyata yang bersangkutan juga tak muncul juga maka akan dikeluarkan surat penerbitan DPO-nya. Karena, penerbitan DPO itu harus juga melalui prosedur.

“Dia ini sangat dibutuhkan sekali kehadirannya untuk dimintai keterangan, mengingat kasusnya sudah berlarut-larut dan dia sudah dua kali mangkir dari panggilan. Dia ini tetap kita cari terus sampai dapat. Setelah itu, baru dilakukan langkah-langkah selanjutnya,” tandas Lalu Musti.

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi pengadaan alkes dan KB RSUD dr Pirngadi Medan memiliki total anggaran senilai Rp3 miliar, yang dananya bersumber dari Direktorat Jendral (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Tahun Anggaran 2012.(wl)

Foto:Ilustrasi/

News Feed