oleh

Tersangka Efson Pernah Merampok Perwira Polisi dan Ditembak Polsek Sunggal

OKEBUNG
Efson Nababan (52) warga Jalan Tangguk Sentosa Block. IV No. 112 Perumahan Griya Martubung, Kec. Medan Labuhan,ternyata sebelumnya pernah merampok salah satu Kapolsek tugas di jajaran Polda Sumut.Selain itu,tersangka juga pernah ditembak kakinya dalam kasus curanmor oleh Polsek Sunggal.

“Tersangka mengaku pernah merampok anggota Polri dan pernah kita tembak pada tahun 2004 dan 2006 dalam kasus pencurian sepeda motor,”ujar,Kapolsek Sunggal, Kompol Aldi Subartono, SH, SIK, MH,Senin (19/01/2015).

Kapolsek menjelaskan bahwa tersangka kita tangkap saat beraksi di Jalan Gagak Hitam usai memecahkan kaca mobil korbannya.

“Sebelum ditangkap,sempat terjadi aksi kejar-kejaran anggota kita dengan tersangka,”sebut Kapolsek.

Masih kata Kapolsek,bahwa tersangka ini ditangkap petugas Polsek Sunggal karena melakukan aksi kejahatan modus pecah kaca mobil di Jalan Gagak Hitam, Minggu (18/01/2015)sekira pukul 14.30 WIB.”Modusnya pecah kaca mobil,”pungkas Kapolsek.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,pelaku ditangkap usai beraksi di Jalan Gagak Hitam, Kel. Sei Sikambing B, Kec.Medan Sunggal, tepatnya di Rumah Makan Rita Baru.Pelaku mendapat sasaran mobil Toyota Kijang Innova milik korban Irwan Faisal (26) warga Jalan T.M.Zein, Kel. Gampong Aceh, Kec. Idi Rayeuk, Kab. Aceh Timur,Prov Aceh yang sedang bersantap bersama keluarganya.

Meski terbilang sudah biasa, kali ini aksinya dipergoki oleh karyawan rumah makan tersebut.Sontak saja karyawan rumah makan langsung berteriak ‘maling – maling’,hingga mengundang perhatian masyarakat dan pengunjung lainnya.

Mendengar teriakan tersebut, masyarakat pun mengejar pelaku hingga akhirnya beberapa petugas kepolisian mendengar suara teriakan ‘maling – maling’ dari Rumah Makan Rita Baru dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario tanpa plat.

Sempat terjadi aksi kejar – kejaran antara pelaku dengan petugas kepolisian, dengan dibantu masyarakat, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan di giring ke Polsekta Sunggal.

Dari tangan pelaku, berhasil diamankan tas jinjing dan dompet hasil rampokan yang diambil dari dalam mobil korban berisi uang Rp 700 ribu, dokumen – dokumen penting lainnya.

Tak Hanya itu saja,saat digeledah polisi menemukan sepucuk senjata api (senpi) jenis Kimbeer berikut dengan 6 butir peluru/amunisi kaliber 45 dan 1 buah obeng gagangnya dimasukkan kedalam kunci busi yang di gunakan untuk melancarkan aksinya.

Pengakuan tersangka bahwa dirinya melakukan aksinya, terlebih dahulu memecahkan kaca mobil korban – korbannya dengan cara memasukkan obeng tersebut ke dasar pintu kaca mobil dan menyongket keatas hingga menyebabkan kaca mobilnya pecah tanpa terdengar alarm mobil.

“Aku beraksi pecahkan kaca mobil dulu bang,baru kuambil barang berhanya,”aku tersangka seraya menambahkan bahwa dirinya sudah 5 kali beraksi di wilayah hukum Polsek Sunggal.

“Pelaku merupakan residivis yang pernah kita tembak sebelumnya.Pelaku kita kenakan pasal pasal 363 KUHPidana dan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ungkap Aldi.(Rozali /admin)

News Feed