oleh

Terkait Terpidana Mati Warga Nias,Poldasu Bentuk Tim Khusus

OKEBUNG|
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan membentuk Tim Khusus (Timsus) guna untuk menyelidiki kasus terpidana mati terhadap,Yusman Telaumbanua dan Rasulah Hia, yang mana keduanya warga Gunungsitoli, Nias.yang saat ini kedua terpidana mati tersebut berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusa Kambangan

Tim yang dibentuk Kapoldasu ini terdiri dari personel gabungan Bid Propam dan Dit Reskrimum yang di pimpin Irwasda,”kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfie Assegaf Kamis (19/03/2015)

Selain itu Helfi juga menyebut bahwa Pembentukan Tim Khusus tersebut dilakukan karena adanya indikasi, Yusman masih berstatus di bawah umur saat Hakim Pengadilan Negeri Gunung Sitoli menjatuhkan hukuman mati terhadapnya.

“Dibentuknya Timsus karena ada indikasi Yusman masih dibawah umur,”sebut Helfi.

Untuk itu Helfi menyebut bahwa penyelidikan ini diperkuat pengakuan salah seorang rekan tersangka yang menyebutkan bahwa tersangka adalah adik kelasnya sewaktu di sekolah dasar (SD).jadi kata Helfi guna untuk memperkuat keterangan ini Poldasu juga sudah berkoordinasi dengan kepala desa setempat.

“Tugas Tim Khusus hanya untuk mencari data-data pendukung sebut Helfi yang berkaitan dengan proses penyidikan Yusman. Dalam waktu dekat akan kita lihat hasilnya,” kata Helfi.

Diketahui bahwa,Yusman Telaumbanua dan Rasulah Hia itu divonis atas kasus pembunuhan berencana terhadap Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang, dan Rugun Br. Haloho, pada 24 April 2012 silam. Yang dilatar belakangi jual beli tokek kepunyaan majikan terpidana mati itu,”ungkap Helfi

Dia juga menyebutkan, informasi awal yang mereka terima dari pihak Polres Nias pada saat penyelidikan Yusman diketahui sudah berusia 21 tahun. Hal ini berdasarkan keterangan saksi yang merupakan kakak Yusman yang memiliki rentang usia 4 tahun lebih tua darinya.

“Saksi saat itu mengaku dirinya lahir Tahun 1987, jadi secara matematika Yusman disimpulkan kurang lebih Tahun 1991. Jadi saat penyidikan (Tahun 2012) yang bersangkutan sudah berusia 21 tahun. Namun demikian, kita akan kuatkan nanti dari hasil penelitian tim investigasi yang dibentuk Pak Kapolda,” ungkapnya.

Sevelumnya diketahui bahwa Yusman divonis hukuman mati atas kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang dan Rugun Br Haloho pada 24 April 2012. Vonis ini menjadi perdebatan setelah LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) menyampaikan hasil penelitian yang menyebut Yusman masih berusia 16 tahun ketika vonis hukuman mati tersebut dijatuhkan oleh hakim terhadap dirinya dan rekannya dan Rasula Hia.[El\admin]

Foto|kombes Helfi\dok.net\

News Feed