oleh

Terkait Pembunuhan Bidan,Terdakwa Divonis MA 16 Tahun ,Kejari Pakam Incar Keberadaan Idawati

DELISERDANG-OKB|
Terkait dijatuhi vonis 16 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA), Idawati boru Pasaribu (51) yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan bidan Nurmala Dewi boru Tinambunan, mulai diincar keberadaannya oleh Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam.

Demikian disampaikan Kasi Pidum Kejari Lubuk pakam, Iwan Ginting yang ditemui diruang kerjanya Selasa, (12/08/2014). Dijelaskannya bahwa hingga saat ini pihak Kejari sendiri belum mengetahui pasti dimana keberadaan pengusaha ekspedisi itu. Namun, jika memang perlu dilakukan pihaknya akan melakukan pencekalan untuk Idawati agar tidak bepergian keluar negeri pasca adanya putusan dari MA.

“Kalau secara pasti memang belum tau kita dimana, cuma kabarnya kita sudah dengar dia dimana. Gak bisa saya kasih tahulah sama kalian. Kalau soal pencekalan kalau nantinya memang perlu dilakukan ya kita lakukan,”ujar Iwan.

Iwan yang saat itu juga didampingi oleh JPU dalam kasus ini, Rumondang Manurung menjelaskan kalau Idawati sendiri memiliki dua domisili baik di Batam dan Jakarta. Di Batam, ia tinggal di Kampung Agas RT 003 RW 007 Kelurahan Sungai Harapan Kecamatan Sekupang Kota Batam. Sementara di Jakarta ia tinggal di Jalan Kebun Bawang IV, Kelurahan Kebun Bawang, Kecamatan Tanjung Periuk, Jakarta Utara.

“ Hingga pagi ini kita belum terima petikan putusan dari Pengadilan Lubuk pakam, tapi kalau memang sudah diterima akan kita bentuk tim untuk melakukan eksekusi, kalau masalah PK nantilah itu yang jelas kita eksekusi dulu dia, karena itu kewajiban kita,”kata Iwan.

Terkait dengan adanya dugaan upaya lobi lobi yang dilakukan pihak Idawati terhadap Kejari agar proses eksekusi dirinya ditunda, dengan tegas Iwan membantahnya. Ia bahkan mengaku yakin kalau nantinya eksekusi akan berjalan mulus.

Pria yang baru menjabat sebagai Kasi Pidum Kejari Pakqm ini juga tidak ingin berburuk sangka bahwa Idawati akan kabur, saat akan dieksekusi. Dirinya malah berharap agar Idawati debgan sukarela menyerahkan diri sebelun Jaksa mengeksekusi paksa. (Dna/Net)

Foto:Ilustrasi/

News Feed