oleh

Terkait Pembunuhan Balita,Polsek Delitua Akan Periksa Kejiwaan dan Usia Tersangka Sebenarnya

OKEBUNG|
Terkait pembunuhan balita,Polsek Delitua akan melakukan pemeriksaan kejiwaan dan kebenaran usia tersangka.Hal tersebut dilakukan
guna menghindari seperti kasus yang terjadi terhadap Yusman Gulo di Nias.

Untuk itu Polsek Delitua dalam dekat akan melakukan pemeriksaan gangguan kejiwaan dan melidik kebenaran umur tersangka pembunuh Balita.

Pasca terungkapnya kasus tewasnya Kezia Nataniella boru Simanjutak (2,4) yang terjadi Rabu (22/04/2015) sekira pukul 16.00 WIB, dikediaman Almarhumah di Jalan DJamin Ginting,Gang Saudara No.3 Polsek Delitua telah menetapkan babysitter Timeria Br Waruwu alias Ria (18) bekerja sebagai pembantu sebagai tersangka tunggal.

Untuk memastikan umur tersangka Polsek Delitua melakukan penyelidikan ke kampung halaman tersangka yang berada di Desa Pertibi Lama,Kec Merek, Kab Karo,Prov Sumatera Utara.

Sebagaimana diketahui dari Sekretaris desa (Sekdes) Desa Pertibi Lama Robensius Munthe diperoleh fotokopi kartu keluarga atas nama kepala keluarga Daeli Waruwu (40) yang bekerja petani dari data yang tertulis di kartu keluarga Timeria Waruwu alias Ria lahir tanggal 10 Jan 1997 anak pertama dari 4 bersaudara.

Menurut ayah tersangka menerangkan tersangka hanya bersekolah hingga kelas 4 SD tidak tamat karena ketidak mampunya untuk mengikuti pelajaran disekolah,begitupun keuangan ortu nya tidak mampu untuk memberi kehidupan yang layak sehingga membuat Ria tidak punya pilihan lain, untuk merubah jati dirinya.

Dengan bermodalkan tamatan kelas 4 SD, tanpa seizin kedua orang tuanya, 4 tahun silam, Ria pun memilih meninggalkan kampung halamannya untuk mengadu nasip di kota Medan agar kelak memperoleh hidup lebih layak.

Selanjutnya Polsek Delitua telah melakukan pemeriksaan terhadap ayah tersangka yang tiba hari Kamis (23/04/2015) sekitar pukul 20.30 WIB.

Sebelumnya dimintai keterangan, petugas memberi waktu luang selama dua jam ayah dan anaknya untuk bertemu.Dari pertemuan itu terlihat. sangat terharu karena sebelumnya sang ayah tidak mengetahui anaknya berada di Medan.

“Saya mengetahui keberadaan anak gadis saya tersebut dari Sekdes yang telah memberitahukan setelah mendapat penjelasan dari Kanit Reskrim Polsek Delitua,” kata sang Ayah.

Sementara hasil pemeriksaan terhadap ayah tersangka dan diperoleh data dari photokopi kartu keluarga yang telah dibandingkan dengan aslinya yang dibawa ayah tersangka jelas tersangka lahir 10 Januari 1997 atau telah berusia diatas 18 tahun,pun demikian pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan nantinya.

Kapolsek Delitua,Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH ketika dikonfirmasikan okebung.com,Sabtu (25/04/2015)siang mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan atas hal tersebut.

” Masih kita periksa guna memastikan kebenaran terkait usia tersangka dan mengenai dugaan gangguan jiwanya,”kata Martualesi.

Dijelaskannya bahwa ayah tersangka kita lakukan pemeriksaan untuk memastikan berapa umur tersangka yang sebenarnya.

“Pemeriksaan ini dilakukan agar nantinya tidak timbul masalah karena kalau ternyata tersangka masih anak-anak tentu harus didampingi KPAID.Itu pun begitu hari Kamis sebelum data yang akurat kami terima,tersangka sudah didampingi dan dikonseling KPAID oleh ibu Nora begitu pun Ketua KPAID Sumut Muslim Suah hadir dan bertemu dengan tersangka di Polsek Delitua,” jelasnya.

Namun untuk mengetahui apakah benar tersangka pernah menjadi korban kekerasan seksual pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan.

” Dari hasil pengakuan tersangka yang mengatakan bahwa dirinya pernah diperkosa,kita akan lakukan Ver dan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka yang rencana akan dilakukan hari Senin 27 April 2015 di RS Bhayangkara Poldasu,” jelasnya. (Jek)

Teks Foto| ayah tersangka sedang berbicara dengan AKP Martualesi Sitepu\okebung.com

News Feed