oleh

Terkait Oknum Brimob Memback-up Preman,Warga Klambir Lima Lapor Ke Poldasu

OKEBUNG|
Puluhan warga berdomisili di Desa Klambir Lima, Kec Hamparan Perak,Kab Deliserdang,Provinsi Sumatera Utara mendatangi Bid. Propam Poldasu, Selasa( 28/10/2014) sekira pukul 18.00 WIB.

Kedatangan warga tersebut untuk melaporkan seorang oknum Brimob yang disebut-sebut membackingi preman dan melakukan pengrusakan di lokasi mereka.

Kepada wartawan,Irwan Sihombing selaku perwakilan warga mengatakan,beberapa oknum Brimob bersama-sama dengan pihak PTPN II dalam beberapa bulan belakangan ini berupaya untuk menghalau warga dari lokasi tanah yang sudah di duduki warga selama kurun waktu 7 tahun belakangan ini, sejak ditinggal dan tidak lagi diusahai oleh seorang pengusaha Tionghoa.

“Kami datang kemari untuk melaporkan oknum Brimob itu dan meminta perlindungan hukum kepada Kapoldasu. Semua masyarakat sudah diperas, sudah ratusan juta habis selama beberapa tahun, namun, kenapa kami terus ditindas dan sekarang korban sudah ada. Kami,”bebernya.

Dikatakannya, setiap warga wajib nyetor kepada beberapa oknum Brimob, agar hasil panennya bisa keluar untuk dijual dari lokasi tersebut. Anehnya, pemerasan yang dilakukan oleh oknum Brimob itu tidak hanya sampai disitu saja. Masyarakat yang membangun jembatan untuk mempermudah akses agar hasil panennya lancar untuk dibawa keluar dari lahan juga di pajak oleh oknum Brimob tersebut.

” Kami yang membangun jembatan itu, tapi, kenapa setiap kami lewat, kami selalu dimintai uang. Dan, beberapa hari belakangan ini, masyarakat selalu diancam oleh preman dan oknum Brimob itu,”ucapnya.

Beberapa menit di dalam gedung Provam, Sihombing dan warga lainnya bergerak menuju SPKT Poldasu untuk membuat laporan. Warga menyerahkan beberapa barang bukti seperti anak panah, guli sebagai anak ketapel, handuk korban dan beberapa foto pengrusakan rumah warga.

” Ini semua buktinya pak, dan sekarang korbannya sudah ada marga Purba, ini handuk bekas darahnya karena kepalanya dipukul dengan balok besar, bukan itu saja, beberapa warga lainnya juga ada keretanya dibakar dan rumahnya dihancurkan,”beber Sihombing lagi.

Setelah menunjukkan barang bukti dan menceritakan kejadian tersebut kepada petugas SPKT, warga pun membubarkan diri dan akan kembali lagi besok untuk menanyakan laporan mereka.

” Besok kami akan datang lagi, kami mau berlindung kepada Poldasu dan meminta kepastian hukum,”ucapnya.

Salah seorang petugas SPKT Poldasu mengatakan bahwa keterangan korban sudah mereka terima dan korban diminta menunjukkan bukti-bukti” Sudah kita terima, dan selanjutnya, barang bukti akan kami minta untuk mendudukan laporannya,”terang bintara tersebut sembari berlalu. (jtk)

Foto:

News Feed