oleh

Terkait Kasus Penyetruman dan Penganiayaan Anak Pamen TNI Dilakukan Oknum Polisi, Dua Perwira Polresta Medan Jenguk Korban

MEDAN -OKB|
Pasca dianiaya dan distrumnya Ryan Sapana yang juga putra Kasi Kesmil Kesdam 1 /BB,Mayor CKm Abdul Anas Harahap diduga dilakukan oleh beberapa oknum polisi ternyata berbuntut panjang sehingga kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polresta Medan.

Berdasarkan keterangan korban saat ditemui di Rumah Sakit Puteri Hijau, Selasa (08/07/2014), menjelaskan bahwa dirinya dianiaya oleh tiga orang pria yang mengaku polisi.

“Tiga orang pria itu mendatangi saya mengaku polisi tapi gak tahu tugas dari mana dan tidak memakai seragam, mereka katakan pada saya berapa skor bola, saya jawab gak tahu terus di situ saya disetrum, lalu saya lari dan diteriakin rampok,” kata korban yang terbaring lemas, usai menjalani operasi di bagian tangan kirinya.

Sementara itu,menanggapi adanya dugaan keterlibatan oknum polisi, Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Victor Ziliwu mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan itu.

“Laporan korban sudah kita terima, kalau pelakunya sipil atau polisi belum bisa dipastikan, kita selidiki dululah,” tandasnya
 
Dengan adanya kasus tersebut dua perwira menegah ( Pamen) Polresta Medan, Kasat Reskrim Kompol Wahyu Bram dan Kasat Narkoba, Kompol Dony Alexander menjenguk korban di Rumah Sakit Kesdam 1 /BB Jalan Putri Hijau Medan.Kedatangan kedua perwira tersebut disambut baik oleh kedua orang tua korban.

Pertemuan antara dua perwira Polresta Medan didampingi sejumlah perwira menengah Kodam I/BB itu berlangsung tertutup hampir selama satu jam.

Usai menjenguk kondisi korban, Kasat Reskrim Wahyu Bram didampingi Kasat Narkoba Polresta Medan Dony Alexander beserta rombongan langsung meninggalkan rumah sakit tanpa memberikan keterangan soal aksi penganiayaan dan perampokan terhadap Ryan mahasiswa Psikolog UMA tersebut yang diduga dilakukan oknum polisi.

Sementara itu,Mayor Abdul Anas Harahap saat mengatakan kedua pamen Polresta Medan datang melihat anaknya setelah dua hari kejadian penganiayaan dan perampokan yang dialami anak sulungnya.

Pamen TNI AD ini menuturkan bahwa kejadian naas menimpa anak pertamanya itu,Minggu (06/07/2014), saat itu anaknya didatangi tiga orang pria yang mengaku anggota Polri yang bertugas di Reskrim Polresta Medan saat melintas dari Jalan Karya Medan.

“Anak saya didatangi tiga pria mengaku anggota polisi,”ujar Mayor Anas.

Lanjutnya,ketiga orang itu menanyakan hasil skor bola kepada anaknya, namun anaknya menjawab tidak tahu kemudian salah seorang dari ketiganya menyetrum alat ke bagian punggung dan merasa keselamatan terancam mencoba menyelamatkan diri namun ketiga orang tersebut meneriakannya perampok.

“Hanya karena gak tau skor bola,anak saya distrum dan diteriaki rampok oleh ketiganya sehingga anak saya sampai terkapar di rawat di rumah sakit,”keluhnya.

Masih dikatakannya,warga yang mendengar teriakan dari ketiga orang itu langsung memukuli korban,namun kejadian itu tidak berlangsung lama karena salah seorang warga bernama Reza langsung melerai dan mengatakan bahwa korban sangat dikenalnya.Selanjutnya, korban dibawah ke Polresta Medan beserta sepeda motor. Namun alangkah terkejut orang tua korban melihat anaknya kondisi babak belur.

“Usai dihajar anak saya dibawa ke Polresta Medan bersama sepeda motornya,saya terkejut sekali melihat kondisi anak saya sampai babak belur begitu,”ujarnya lagi.

Tak hanya itu saja,orang tua korban sempat melihat anaknya mengalami penyiksaan yang dilakukan oknum polisi bermarga Lubis dan dua orang lainnya agar mengakui perbuatannya telah melakukan perampokan.

Melihat hal itu tersebut orang korban meminta agar anaknya dibawa ke RSU Putri Hijau namun oknum tadi tidak memperdulikan himbauan tersebut.Bukan malahan berhenti terus melakukan penyiksaan terhadap anaknya.

“Saya sudah minta agar anak saya dibawa ke rumah sakit,tapi permintaan tak digubris oknum polisi itu.Dan setelah saya katakan bahwa dirinya bertugas di Kodam 1 /BB barulah penyiksaan itu dihentikan dan ketiganya langsung kabur,”jelasnya.

Tambahnya,jika anaknya terlibat kasus kriminal seharusnya pihak kepolisian tidak melepaskan begitu saja bahkan dua hari anaknya di rumah sakit tidak satupun pejabat polisi yang datang.Meski kedatangan pejabat polisi tersebut namun mereka mengaku masih melakukan proses terhadap pelaku sembari menunggu kondisi sadar korban.

“Kalau anak saya salah jelas polisi tak akan melepaskannya begitu saja,ini kenapa dilepaskan begitu saja.berarrti anak saya gak salah,”katanya.(Admin)

News Feed