oleh

Terkait Dugaan Skandal Pencetakan Rupiah Di Australia,KPK Akan Usut

JAKARTA-OKB|
Sebagaimana diketahui bahwa Situs Wikileaks melansir adanya kabar dugaan aliran duit korupsi kepada Presiden Republik 2001 sampai 2004, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam proyek pencetakan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu di Australia.

Seperti dilansir Merdeka.com, SBY maupun kubu Megawati sudah sama-sama menyangkal berita tersebut.

Namun demikian, SBY justru meminta Komisi Pemberantasan Korupsi bisa bekerjasama dengan Kepolisian Australia mengungkap kebenaran dalam kabar itu.

“Tentu akan ditindaklanjuti,” tulis Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja melalui pesan singkat kepada awak media, Jumat.

Pernah dalam pemberitaan 2010, Bank Indonesia menyatakan terpaksa mengorder pencetakan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dari Australia, dengan alasan tidak ada fasilitas di dalam negeri terutama untuk bahan plastik (polimer).

cetakuang1
Sementara, Surat kabar The Age Australia dalam pemberitaannya menuliskan, pejabat BI itu ditengarai meminta sejumlah uang kepada RBA sebagai tanda jadi kesepakatan ihwal memenangkan kontrak pencetakan 500 juta lembar pecahan Rp 100 ribu, dengan nilai proyek sebesar USD 1,3 juta.

Menurut situs WikiLeaks, selain pejabat BI, duit haram itu juga diduga masuk ke kantong Megawati dan SBY. Meski menurut SBY, kewenangan pencetakan uang sepenuhnya ada di tangan BI. Jika benar hal ini terjadi, maka perkara ini bakal jadi kasus korupsi transnasional kesekian ditangani KPK.(mdk/net)
Foto:Megawati & SBY/Net/

News Feed