oleh

Terkait Ditahannya Pengeroyok Anggota Brimob,Omak-Omak Geruduk Polresta Medan

OKEBUNG|
Suasana di kantor Mapolresta Medan,Selasa (25/11/2014) sekira pukul 20.00 WIB mendadak heboh dengan datangnya puluhan massa yang didominasi oleh omak-omak( ibu-ibu,red) dan anak kecil ke Polresta Medan.

Pasalnya,datangnya massa membawa karton /poster. berisi tulisan kritikan itu meminta penjelasan dari Polisi terkait penangkapan keluarga mereka dalam masalah pengeroyokan anggota Brimob,Brigadir Dani.

Dalam aksinya massa meminta pihak Polresta untuk menangkap Brigadir Dani karena terlibat juga dalam kasus itu. Selain itu, massa juga menanyakan mengapa hanya suami dan keluarga mereka yang ditangkap.

“Kami juga minta keadilan. Jangan hanya dia Polisi, dia tidak ditangkap. Jangan mentang-mentang dia Brimob suka hatinya mengangkat senjata, kalau mereka tidak dikeluarkan, kami akan membawa anak-anak kami semua kemari (Polresta),”teriak massa sembari mengangkat poster kritikan.

Massa juga meneriakan mengapa oknum Polri masuk tempat hiburan malam, atau mengapa Polisi membela tempat maksiat.” Kami tidak takut Pistol. Jangan hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah,”teriak massa lagi.

Sunarti Situmeang (24) selaku istri Ganda Simbolon warga jalan Sei Mati Lingkungan VI Kecamatan Medan Labuhan meneriakan bahwa polisi harus melepaskan suaminya, karena dia menilai penangkapannya tidak sesuai dengan prosedur hukum. ” Kenapa hanya suamiku dan teman-temannya yang ditangkap, sementara Brigadir Dani tidak? Apakah ini keadilan,’tandasnya diikuti teriakan omak-omak lainnya.

Lanjutnya, kalau memang kasus ini adil, mengapa harus ada penangkapan? Kan bisa diproses, kalau suami kami ditangkap, mau makan apa anak-anak kami,”sebutnya.

Beberapa menit melakukan orasi, akhirnya petugas memanggil perwakilan massa dan masuk keruang SPKT Polresta. ” Kami di dalam hanya ditanyain apa keluhan saja, tapi tidak ada jalan keluarnya. Kami rencananya mau jumpai langsung Kapoldasu untuk menanyakan kasus dan meminta keadilan ini,”pungkas perwakilan massa.

Akhirnya sekitar pukul 22.00. WIB, massa pun membubarkan diri dan berjanji akan menemui Kapoldasu. (Geson)

News Feed