oleh

Terkait Daging Manusia Korban Mutilasi di Jual ke Rumahmakan dan Partek Tuak ,Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

RIAU -OKB|
Terkait adanya pembunuhan mutilasi terhadap tujuh korbannya yang dagingnya dipotong-potong dijual ke Rumah Makan Padang dan Partek Tuak di Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak,Provinsi Riau.Hingga saat ini pihak Polda Riau masih melakukan pendalam atas kasus tersebut.

Kendati Polda Riau mengakui adanya penjualan daging manusia korban mutilasi Delfi cs. Tapi, Polres Siak masih menutup rapat kasus penjualan ini. Bagaimana sejatinya jual beli daging korban mutilasi tersebut?

Melansir pemberitaan detik.com.Banyak pertanyaan yang belum terungkap terkait penjualan daging korban mutilasi ini. Belum diketahui secara pasti, kapan daging itu diperjualbelikan.

Sebab, korban mutilasi ini terjadi sejak tahun 2013 hingga Juli 2014. Namun kuat dugaan, dua korban terakhir Juli 2014 yang diperjualbelikan. Korban atas nama FM dan MG ditemukan di semak belukar di kawasan hutan akasia tinggal tulang belulang. Padahal jarak pembunuhan dan penemuan kerangka hanya berselang 5 hari. Artinya, jika dagingnya tidak dijual harusnya masih melekat di tulang belulang.

Polda Riau menyebutkan, daging manusia itu dimasukkan dalam 7 kantong plastik dan dijual ke warung tuak. Para tersangka mengaku, daging yang mereka jual itu merupakan daging rusa.

Lantas berapakah harga daging manusia itu dijual ke warung tuak? “Kita masih lidik. Memang pemilik warung itu sudah kita mintai keterangan,” ungkap Kapolres Siak, AKBP Dedi Rahman Kamis (14/08/2014).

“Kasus ini masih kita lidik terus,” tegas AKBP Dedi Rahman.(Dtc/net)

Foto:Ilustrasi/

News Feed