oleh

Terima Suap,Kasubdit MA Diamankan KPK

OKEBUNG|
Kepala Sub Direktorat Pranata Perdata, Andri Setiawan (AS) tertangkap tangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Selain AS turut juga diamankan seorang pengusaha bernama Ikhsan,pengacara Awang,seorang staf bernama Sumarwato,sopir bernama Sunario dan petugas keamanan, Bonaria,Jumat (12/02/2016) malam.

Terkait ditangkapnya AS,Mahkamah Agung (MA) akan mengeluarkan surat pemberhentian sementara. Pemberhentian sementara akan dilakukan MA jika Andri langsung ditahan KPK.

“Kita serahkan kepada penegak hukum. Tetapi di MA, SOP-nya jika ada yang tertangkap dalam kondisi tangkap tangan dan dilanjutkan penahanan biasanya akan mengeluarkan surat keputusan MA pemberhentian sementara.Kalau bukan hakim, maka yang memberikan surat adalah sekretaris MA,” kata Kepala Humas MA,Ridwan Mansyur saat dikonfirmasi,Sabtu (13/2/2016) dilansir okezone.com.

Menurut Ridwan, Andri yang ditangkap KPK kemarin malam merupakan pegawai di Direktorat Pranata Perdata MA yang sudah bekerja sekira 20 tahun.

“AS itu karyawan di Direktorat Pranata Perdata.Dia nonhakim, sudah lama bekerja di MA,” ujarnya.

Tak hanya Andri yang ditangkap semalam oleh Tim KPK.Ketua KPK,Agus Rahardjo membenarkan pihaknya telah melakukan OTT.Menurut Agus, dalam operasi kali bukan hakim tetapi Kepala Sub Direktorat Pranata Perdata Mahkamah Agung (MA) berinisial AS.

“Bukan hakim,tapi Kasubdit,”kata Agus dalam pesan singkatnya ketika dikonfirmasi.

Para pihak yang diamankan itu telah dibawa ke Gedung KPK sejak sekira pukul 01.00 WIB dini hari.Mereka menjalani pemeriksaan secara intensif selama 1×24 jam untuk menentukan statusnya.

Hingga saat ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap enam orang yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Setelah selesai menjalani pemeriksaan,lembaga antirasuah tersebut akan mengumumkan status mereka berenam.(Red)

Foto :lustrasi.

News Feed