oleh

Terbukti Korupsi,Mantan Kasek PLN Belawan Dituntut 9 Tahun Penjara

MEDAN -OKB|
Mantan Kepala Sektor (Kasek) PT PLN Belawan, Ermawan Arif Budiman, dituntut hukuman 9 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Flame Tube GT-12 senilai Rp23,94 miliar pada tahun 2007.

Selain penjara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ingan Malem Purba dan Ardiansyah juga menuntut terdakwa agar membayar denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa juga diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp23,6 miliar.

“Apabila terdakwa tidak sanggup membayar uang pengganti maka harta benda terdakwa disita oleh jaksa setelah satu bulan keputusan yang memiliki hukum tetap. Dalam hal harta benda terdakwa tidak cukup untuk menutupi kerugian negara, maka diganti dengan hukuman 3 tahun penjara,” kata jaksa dihadapan majelis hakim yang diketuai Jonner Manik, Jumat (18/07/2014).

Dalam amar tuntutan yang dibacakan jaksa, terdakwa Ermawan dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, majelis hakim kemudian bertanya kepada terdakwa kapan akan mengajukan pledoi (pembelaan). “Bagaimana terdakwa, bisa dipahami tuntutan jaksa. Kapan akan mengajukan pledoinya,” tanya Jonner Manik.

“Paham majelis. Saya akan mengajukan pledoi pada sidang selanjutnya. Pledoinya akan saya sampaikan secara tertulis,” jawab terdakwa.

Sekadar diketahui, JPU Ingan Malem Purba mendakwa Mantan Kepala Sektor (Kasek) PT PLN Belawan Ermawan Arif Budiman melakukan korupsi pada pengadaan Flame Tube GT-12 Belawan yang menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp23,94 milliar pada tahun 2007.

Dimana perkara ini bermula dari terdakwa Ermawan yang mengajukan pengadaan Flame Tube GT-12 Belawan kepada Albert Pangaribuan, General Manager (GM) PT PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (Kitsbu). Setelah diajukan, ditunjuklah CV Sri Makmur sebagai rekanan.

“Kemudian barang yang dipesan pun tiba di Belawan. Setelah diperiksa, ternyata flame tube GT 12 yang dipesan tidak sesuai kontrak. Dan itu diketahui terdakwa Ermawan tetapi tidak ditolak malah diterima,” kata jaksa dalam dakwaannya sebelumnya.

Dijelaskan jaksa, terdakwa Ermawan yang mengetahui ada perbedaan spesifikasi dari kontrak, kemudian melapor ke PT PLN Kitsbu. Atas laporan itu, PT PLN Kitsbu bersama PLN Sektor Belawan melakukan rapat sebanyak dua kali, yakni Maret 2008 dan April 2008 untuk membahas persoalan tersebut.

“Namun barang yang diterima tersebut dipaksakan untuk digunakan pada PLN Sektor Belawan meski tidak sesuai spesifikasi. Barang tersebut dipaksakan untuk digunakan dengan cara menandatangani atau menyetujui kondisi barang yang tak sesuai kontrak tersebut,” kata jaksa.

Akibatnya, kata jaksa, flame tube yang seharusnya bisa dipakai selama 18 tahun hanya bertahan selama satu tahun. “Akibat perbuatan terdakwa, negara dirugikan sebesar Rp23,94 miliar,” kata jaksa. (Ema)

News Feed