oleh

Terbukti Gunakan Narkoba, Tiga Anggota Kodim 0203 Langkat Dipecat

OKEBUNG|
Terbukti menggunakan narkoba,tiga oknum TNI dari Komando Distrik Militer 0203 (Kodim)Langkat,Prov Sumatera Utara dipecat dari kesatuan.

“Tiga oknum TNI yang bertugas di Kodim 0203 Langkat kita pecat karena terlibat narkoba,”tegas Dandim 0203 Langkat,Letkol Inf Agusman Heri di Stabat, Kamis (30/10/2014).
 
Dandim menjelaskan untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah itu, harus ada tekad dan niat yang kuat.

Ia mengemukakan pentingnya menularkan sikap militan kalangan pemuda untuk mencegah penyalahgunaan narkoba karena mereka adalah agen perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik.

“Kalau pemuda dan masyarakat sudah mau menjadi agen pemberantasan narkoba, maka tidak ada kesulitan, karena semuanya sudah punya komitmen bersama untuk memberantasnya,” katanya.

Ia mengatakan Langkat dikenal sebagai daerah lintasan maupun juga tujuan para bandar, pemasok, pemakai narkoba.  Agusman Heri mencontohkan tentang komitmen daerah itu untuk memberantas penyalahgunaan narkoba.

Sekitar dua bulan lalu, unsur Muspida Kota Binjai menyatakan kesepakatan untuk memberantas peredaran narkoba di daerah itu. Hal tersebut, berdampak terhadap kesadaran masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada petugas terkait dengan peredaran narkoba itu.

“Hampir di lima kecamatan terkontaminasi narkoba di Binjai, di mana pengedar dan bandar beda tipis banyaknya,” katanya.

Untuk itu, katanya, gerakan “Jihad Perangi Narkoba” harus dikumandangkan terus agar ada efek jera kepada para bandar, pengedar, maupun pemakai narkoba.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resort Langkat AKBP Dwi Asmoro menjelaskan pihaknya terus memerangi peredaran narkoba dengan menangkap para bandar, pengedar, maupun pemakai narkoba di daerah itu.

“Buktinya kita berhasil menangkap 3,5 kilogram sabu-sabu yang hendak dibawa ke Medan oleh salah seorang pelaku berasal dari Aceh,” katanya.

Selain itu, katanya, penangkapan terhadap dua wanita pemakai narkoba di Stabat dan satu pengedar di Pangkalan Susu juga seorang wanita.

Hal itu, katanya, membuktikan narkoba sudah masuk wilayah kaum perempuan.

“Mari kita satukan tekad bersama untuk memberantasnya sehingga semakin kecil peluang buat para bandar, pengedar, pemakai untuk mengedarkan narkoba,” kata Dwi Asmoro.(admin\btk)
Foto:Ilustrasi\

News Feed