oleh

Tenggak Miras Oplosan,Tujuh Warga Magelang Tewas

OKEBUNG |
Akibat nenggak minuman keras (miras) oplosan tujuh warga Magelang,Provinsi Jawa Tengah merenggang nyawa dalam kurun waktu hampir bersamaan.

Adapun para korban yakni,Heri Hartanto (24), warga Gorangan Kidul, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman,Hermawan, warga Margosari, Desa Krasak, Kecamatan Salaman; Akhiriawan (24), warga Curug, Desa Sidoagung, Kecamatan Tempuran dan; Sawal alias Ismun, warga Tempursari, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran.

Lalu korban lainnya, Bambang Irwanto (37), warga Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan; Susanto, warga Glagah II, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan dan; Sarjono (55), warga Glagah I, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan.

Dilansir kompas.com.Para korban menggelar pesta oplosan di lokasi berbeda, pada Minggu (05/10/2014) malam. Korban Heri Hartanto menggelar pesta oplosan bersama kawan-kawannya di sebuah tempat di Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman. Sementara Hermawan menenggak miras di Desa Krasak, Kecamatan Salaman dan Akhiriawan di Desa Sidoagung, Kecamatan Salaman.

Sedangkan korban Bambang Irwanto dan Susanto menggela pesta miras oplosan di sebuah tempah di Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan. Sementara Sujono adalah pemilik warung tempat korban lainnya membeli miras. Lalu Sawal adalah kerabat Sujono yang juga turut menenggak oplosan ketika melayat di rumah duka Sujono.

Rata-rata korban meninggal pada jam yang hampir bersamaan antara hari Senin (6/10/2014) hingga Selasa (07/10/2014) pagi. Selain tujuh korban tewas tersebut, belasan korban lainnya juga harus dirawat di rumah sakit setempat pasca-pesta oplosan. Setidaknya ada tiga korban dirawat di Puskesmas Kecamatan Salaman. Rata-rata mereka mengalami kejang, mual, dan pandangan jadi kabur. Bahkan ada pula yang mulutnya mengeluarkan busa sebelum akhirnya meregang nyawa.

Arif Muhyani (26), salah satu korban selamat menceritakan, ia bersama tujuh temannya menggelar pesta miras oplosan di sebuah tempat pembuatan batubata di Curug, Kecamatan Tempuran. Mereka membeli oplosan secara patungan masing-masing Rp 10.000. Oplosan berupa campuran arak, minuman soda dan minuman penambah energi itu mereka beli di warung milik Sujono.

“Kami memang biasa minum, tetapi malam itu kami minum banyak. Beberapa jam setelah minum baru terasa mual, pusing, sakit dada, pandangan juga tidak jelas,” ujar Arif di Puskesmas Salaman, Selasa (07/10/2014) sore.  

Sementara itu, dr Aimatus Sarikah, dokter jaga di Puskesmas Salaman I membenarkan bahwa ada tiga pasien yang dirawat akibat minum keras oplosan. Sedangkan belasan korban lainnya dirawat di rumah masing-masing. Pihaknya juga sempat merawat tiga korban meninggal akibat minuman haram itu pada Selasa malam.

“Ada salah satu pasien tidak mau mengaku kalau habis minum minuman keras. Namun karena ada pengakuan dari rekannya, dia akhirnya mengaku kalau akibat dari minum. Ada satu pasien yang terpaksa kami rujuk ke rumah sakit di Kota Magelang lantaran kondisi semakin parah,” ulasnya.(kps\net)
Foto :Ilustrasi/

News Feed