oleh

Tempo 3 Jam,Polsek Delitua Ungkap Kasus Pembunuhan Balita

OKEBUNG|
Dalam tempo tiga jam,petugas Unit Reskrim Polsek Delitua berhasil mengungkap kasus pembunuhan balita,Kezia Nataniella Boru Simanjuntak usia (2,4),Rabu (22/04/2015)sekira pukul 16.00 WiB.

Bayi pasangan dari Simon Petrus Simanjuntak dengan Erniati Boru Ginting,warga Jalan DJamin Ginting Gang Saudara No.3 Kel.Kwala Bekala,Kec Medan Johor tersebut tewas dibunuh oleh pembantunya sendiri.

Informasi diperoleh menyebutkan, terungkapnya kasus pembunuhan balita tersebut setelah petugas Unit Reskrim Polsek Delitua melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti serta mengambil keterangan saksi.

Setelah diselidiki akhirnya dalam tempo tiga jam,petugas Unit Reskrim Polsek Delitua dipimpin langsung Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH berhasil mengungkap dan mengamankan tersangka Timeria Boru Waruwu Als Ria (18) warga Asal Desa Pertibi Lama Kec.Merek Kab Karo usai dilakukan pra rekonstruksi di tempat kejadian.

Saat diintrogasi petugas awalnya tersangka yang bekerja sebagai pengasuh korban sempat mengelak dengan mengatakan bahwa korban sendiri yang menutup mukanya setelah bermain ciluk baa bersama tersangka sebelumnya.

Kemudian usai dilakukan autopsi terhadap korban di RSU Adam Malik sekira pukul 21.00 hingga pukul 23.00 WIB yang ditangani oleh Dr.Nasib Situmorang,SpF menjelaskan secara lisan kalau kematian korban adalah karena lemas akibat kekurangan oksigen yang masuk kedalam paru paru dan otak dimana dimulut dan dihidung ditemukan ada bekas tekanan.

Atas temuan tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan akhirnya tersangka mengakui perbuatannya karena terdorong rasa cemburu ingin diangkat jadi anak oleh kedua ortu korban begitu pun tersangka menjelaskan juga pernah mengalami pelecahan seksual.

Ketika dipertanyakan lebih jauh ada motif lain yang menjadi pemicu sehingga timbul keinginannya untuk menghabisi Kesia, Ria juga mengaku karena masih mengalami trauma saat ia bekerja di Batam bersama abang Simon Petrus Simanjutak. Karena saat itu Ria mengaku diperkosa oleh bapak tengah Kesia.

“Sebelum bekerja sama Pak Simon, aku dulunya bekerja bersama abangnya di Batam. Namanya Bapak Titin. Aku diperkosanya pak.kejadianya hari Sabtu. Tepatnya 2013 silam. Aku bekerja sama pak titin itu 2 tahun”, kata Ria sambil tertunduk.

Setelah kejadian itu,lanjut tersangka menjelaskan karena takut aib keluarganya terbongkar, kemudian tersangka disuruh bekerja di rumah adiknya Pak Simon di Simpang Kwala Bekala untuk menjaga anaknya Kesia.

“Kalau aku tidak mau, aku diancam akan dipenjarakan karena dituduh akulah yang menggoda bapak Titin itu makanya dia menyetubuhi aku ,” jelasnya sembari menyebutkan bahwa dirinya sebenarnya sayang sama Kesia karena alasan geram melihat tingkah laku bapak tengahnya dirinya pun membunuh korban.

Tersangka juga menerangkan perbuatanya menghabisi nyawa korban dilakukannya sekira pukul 13.30 WIB dengan cara saat korban tidur dikamar kemudian tersangka menutupi badan dan wajah korban dengan selimut warna merah lalu tersangka menggunakan telapak tangan kirinya membekap mulut dan hidung korban sekitar 15 menit korban meronta namun tersangka tetap menekan sampai akhirnya lemas dan selanjutnya tersangka melepaskan tangannya dan membuka selimut lalu memastikan korban telah tewas.

Usai korban tewas, selanjutnya tersangka mengganti baju korban yang sudah basah karena keringatan dan mengangkat korban lalu membuka pintu l berteriak minta tolong.

Mendengar jeritan tersangka,lantas tiga orang warga yang menjadi saksi atas kasus tersebut dengan menumpang betor membawa korban ke Klinik Medica yang berada di Jalan Djamin Ginting.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban oleh dokter jaga ternyata korban telah telah meninggal dunia.

Selanjutnya jasad korban kembali dibawa kerumah dan datanglah kedua orangtua korban dan merasa curiga atas kematian anaknya sehingga menghubungi pihak polisi.

Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH membenarkan hal tersebut dan mengatakan kasus pembunuhan balita tersebut terungkap usai dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan sebelumnya.

” Dalam waktu tiga jam,akhirnya kasus pembunuhan balita terungkap sudah berdasarkan hasil pengakuan tersangka dan hasil autopsi yang dilakukan sebelumnya,”kata Kanit Reskrim.

Martualesi menjelaskan terkait penjelasan tersangka yang tidak tetap,pihaknya akan melakukan pengecekan kejiwaan tersangka.

“Kita akan mengecek kejiwaan tersangka ke psikolog karena keteranganya selalu berubah-ubah untuk dapat diketahui apakah ada gangguan kejiwaan terhadap tersangka atau tidak, atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”jelasnya seraya menerangkan lebih lanjut terkait dengan pengakuan tersangka sebelum bekerja di Medan dirinya pernah diperkosa di Batam yang dilakukan pihak keluarga dari ibu korban atas nama ayah titin masih didalami pihaknya. (Jek)

Foto|ist\

News Feed