oleh

Tempo 13 Jam,Pelaku Pembunuhan Penjaga Malam Dibekuk Polsek Delitua

OKEBUNG|
Dalam kurun waktu selama 13 jam
petugas unit Reskrim Polsek Delitua berhasil membekuk pelaku pembunuhan Hendrik Tona Sitepu (47)salah seorang penjaga malam Pasar Induk Desa Sidomulyo,Kec Medan Tuntungan.

Tersangka Defri Prananta Sitepu Als Aseng (26) warga Guruk Kinayan Kec Payung,Kab Karo,Sumut tak bisa berkutik lagi saat tim khusus Reskrim Polsek Delitua yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu ,SH,MH melakukan penangkapan terhadap dirinya Senin (09/03/2015)sekira pukul 23.45 WIB di Jalan Rotan Ujung,Perumnas Simalingkar.

“Ditangkapnya tersangka atas laporan pengaduan istri korban Pelita boru Sembiring (34) warga Jalan Pales Raya,Gang Melati, Kel Simp Selayang, Kec Medan Tuntungan siang sekira pukul 10.30 WIB.

Menurut keterangan istri korban, pasca terjadinya peristiwa pembunuhan terhadap suaminya tersebut terjadi ,Kamis (19/02/2015) pukul 5.00 WIB di Pasar Induk Desa Sidomulyo ,Medan Tuntungan.

Korban Hendrik Tona Sitepu (47) akhirnya meninggal dunia usai menjalani perawatan medis selama 12 jam di RSUPH Adam Malik Medan akibat terena luka tusukan di bagian dada sebelah kiri.

Pengakuan tersangka Defri Prananta dibunuhnya korban karena tersangka merasa tak senang hendak ditampar korban.

” Karena melihat saya mau ditamparnya (korban-red) lalu saya membela diri dengan mengambil sebilah pisau yang terletak dilantai kemudian menusukkannya kebagian dada kiri dekat ketiaknya,”aku tersangka.

Aseng tersebut menerangkan bahwa dirinya sempat mengajukan kepada pihak keluarga korban untuk berdamai namun upaya tersebut sia-sia.

” Sudah berupaya juga saya untuk mengajukan perdamaian dengan membayar perobatan dan ganti rugi tapi pihak keluarganya tidak terima dan hingga akhirnya saya di tangkap polisi,”akunya.

Sementara itu,Kapolsek Delitua, Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH membenarkan hal tersebut.

“Atas perbuatannya tersangka Defri Prananta Sitepu dikenakan pasal 338 sub 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimum 15 tahun penjara,”tegas Anggoro.

Masih dikatakan Anggoro dengan adanya peristiwa ini diharapkan kepada masyarakat apabila terjadi peristiwa yang menyangkut nyawa segera melaporkan kepada pihak yang berwenang untuk dapat ditindaklanjuti dengan proses hukum.

“Apabila menyangkut nyawa manusia diperlukan adanya VER ( Visum Et Refertum)dan dilakukan bongkar kuburan untuk keperluan autopsi agar dapat mengungkap kasus,”terang Anggoro.

Lanjut Anggoro, terkait adanya peristiwa pembunuhan tersebut ,pihaknya berharap agar masyarakat bersinergi kedepannya.

” Kami mengharapkan bagi masyarakat unuk segera menginformasikan manakala ada kejadian yang diketahui,untuk segera diindaklanjuti nantinya,” pintanya. (Jek)

News Feed