oleh

Tanah Diserobot Mafia,Aliansi Petani Demo

OKEBUNG |
Puluhan petani Bangun Mulia mengatasnamakan Aliansi Petani Bangun Mulia  berunjuk rasa didepan Kantor Desa Puji Mulio Kec.Sunggal,Kab Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Rabu,(4/12/2014) sekitar pukul 13.25 WIB.

Kedatangan massa ini menuntut tentang penyerobotan tanah sengketa berada di dua desa yakni,Desa Medan Krio dan Desa Puji Mulyo, Sunggal,yang mana lahan tersebut di duga  diserobot oleh mafia tanah dengan meletakkan para preman yang di Ketuai Putra Sembiring.

Dalam aksinya,massa diterima oleh Kepala Trantib Kec.Sunggal,Lukah Girsang,SH,Kepala Desa Puji Mulio, Aidil dan Kepala Desa Medan Krio
Prayetno, serta Babinsa &Babinkamtibmas serta personil Polsek Sunggal.

Dalam orasinya, para petani Se -Bangun Mulia keberatan akibat penyerobotan lahan mereka yang di lakukan mafia tanah,

“Kami sangat keberatan dengan adanya mafia tanah membayar preman untuk menyerobot lahan kami,”teriak pengunjuk rasa.

Informasi yang diperoleh, bahwa kejadian ini sudah cukup lama terjadi, dimana para petani juga sudah pernah melaporkan kasus penyerobotan tanah ini ke Polresta Medan dan Poldasu, tetapi hingga saat ini belum juga di tindak.

“Selain itu,para petani juga mengaku bahwa tanah tersebut milik orang tua mereka dan sejak dari tahun 1960 tidak pernah bermasalah,”ungkap Dirja Sebayang (58) yang tergabung dalam Aliansi Petani Se -Bangun Mulia.

Dia juga mengaku bahwa dirinya memiliki tanah seluas 6772m2, dan tanah tersebut adalah sebagai sumber mata pencarian kami, bahkan bukan saya saja,ada seluas 9 H terdiri dari 11 KK yang telah di serobot mereka.

“Kejadian ini dari April 2013 dan sudah di laporkan ke Polresta dan Polda Sumut, tetapi belum juga di tindak,sehingga kami melaporkan ini kepada Kepala Desa,”ujarnya.

Masih dikatakannya bahwa Kepala Desa mengatakan bahwa tanah ini bukan milik para petani, bahkan salah satu teman kami petani bernama Ponda Sembiring di ancam mau di bunuh dan masalah ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Sunggal pada waktu dulu,setelah di tangkap di Polsek Sunggal,siangnya telah di keluarkan.

” Kami semua sudah capek melaporkan kejadian ini kepada pihak Polresta dan Poldasu, tetapi tidak ada penindakannya, diatas tanah 9 Hektar ini
kami terdiri dari 11 KK. Buktinya waktu Ponda diancam mau dibunuh,kami laporkan pelakunya ditangkap Polsek Sunggal,tapi dilepaskan lagi.Sama siapa kami mau mengadu lagi,”teriak massa dalam aksinya.

Maka ini kami memohon agar pemerintah memperhatikan kami,jangan karena kami orang kecil tapi gak diperhatikan laporan kami.

“Perhatikan kami,dan tolong jangan didiamkan laporkan kami,”harap massa.

Satu jam melakukan aksi akhirnya massa pun membubarkan diri.(Ade)

News Feed