oleh

Tahun 2014, Terjadi 10128 Kasus Lakalantas di Sumut dan 1753 Tewas

OKEBUNG|
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol eko Hadi Sutedjo mewacanakan akan melakukan pendidikan tertib lalu lintas, sejak usia dini di wilayah Sumatera Utara.

Nantinya, pihaknya akan mendatangi Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), untuk menampilkan taman tertib lalu lintas, sehingga anak-anak dapat menikmati dan merekam pelajaran pada memory mereka, karena bermain sambil belajar.

Demikian disampaikan mantan Gubernur Akpol saat menyampaikan siaran pers akhir tahun Polda Sumut di Aula Kamtibmas Poldasu, Selasa (30/12/2014).

 
“ Taman tertib lalu lintas itu nanti ada rambu-rambu lalu lintas. Nanti mereka naik speda lalu berhenti saat trrafick light menunjuk lampu merah. Ada juga rambu dilarang parkir dan sebagainya, “ ungkap Eko.

 
Lebih lanjut, Eko menyebut kalau penyuluhan dan pelatihan tertib lalu lintas, juga akan dilakukan pihaknya di tahun 2015. Disebutnya, hal itu sebagai upaya pihaknya meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk tertib lalu lintas.

Bahkan, Jendral Polisi dengan pangkat 2 bintang di pundaknya itu mengaku kalau pihaknya juga akan melakukan upaya lain, mengingat kompleksya masalah lalu lintas, sehingga perlu banyak pembenahan.

 
“ Tertib lalu lintas itu, sebenarnya pada kesadaran masyarakatnya. Seperti di Jepang, jumlah kenderaan banyak namun tidak macet. Masyarakatnya sadar kalau ketidaktertiban, bukan hanya merugikan dirinya, namun juga orang lain, “ sambung Eko.
 
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara mencatat, terhitung sejak Januari 2014 sampai Desember 2014, lebih dari 10128 kecelakaan lalu lintas, terjadi di Sumatera Utara.

Akibatnya, lebih dari 1.753 orang meninggal dunia dan lebih dari 2393 orang menderita luka berat serta lebih dari 5982 orang mengalami luka ringan. Begitu juga dengan kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas itu, tercatat Rp 14.557.495.000 lebih.

Data ini diketahui dari Bin Ops Direktorat
Lalu Lintas Polda Sumut.Dari jumlah itu juga, diketahui kalau usia 16 tahun sampai 25 tahun, tertinggi menjadi korban kecelakaan lalu lintas selama tahun 2014, dengan angka 3499, disusul usia 31 tahun sampai 40 tahun dengan angka 1504 dan usia 51 tahun sampai 60 tahun dengan angka 1498.

Begitu juga dengan usia 41 tahun sampai 50 tahun yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas selama tahun 2014, juga cukup tinggi dengan jumlah 1197. Sementara usia 26 tahun sampai 30 tahun dengan berjumlah 1017, usia 10 tahun sampai 15 tahun berjumlah 914 dan usia 9 tahun ke bawah berjumlah 499.

Sedangkan untuk jenis kelamin korban laka lantas, tercatat 7419 laki-laki dan 20709 wanita menjadi korban kecelakaan
lalu lintas sepanjang tahun 2014. Dari jumlah itu, tercatat 1406 laki-laki dan 347 wanita, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

*Untuk profesi korban lakalantas tahun 2014*

Peristiwa kecelakaan lalu lintas selama tahun 2014, tercatat korbannya sebanyak 248 orang berprofesi sebagai PNS, 37 orang berprofesi sebagai TNI dan 85 orang berprofesi sebagai Polri, juga menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggal dunia, luka berat dan luka ringan itu.

Begitu juga dengan 427 orang yang masih berstatus Mahasiswa dan 2087 orang yang masih berstatus Pelajar, juga sudah tercatat sebagai korban kecelekaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Sumatera Utara selama tahun 2014.

Begitu juga dengan karyawan swasta yang menjadi korban, tercatat 5429 orang, Supir 213 orang, Pedagang 45 orang, Petani 644 orang, Buruh 36 orang dan lainnya berjumlah 876 orang.

Untuk faktor penyebab kecelakaan lalu lintas tercatat prilaku pengemudi sebagai faktor tertinggi, dengan angka 2628. Faktor itu, terbagi pada 1043 berkecepatan tinggi, 483 tidak memberi prioritas pada kenderaan lain, 401 mendahului tidak bebas pandangan, 102 mendahului bebas pandangan, 29 balapan dan 19 memberi prioritas pada kenderaan lain.

Selanjutnya adalah faktor Jalan yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan angka 1192. Pada faktor itu terbagi 237 tidak ada rambu, 233 tikungan tajam, 185 tidak berlampu, 171 pandangan terhalang, 140 tidak ada marka, 91 lobang, 65 rusak, 56 licin, 13 marka rusak dan 1 rambu rusak.

Begitu juga dengan faktor kenderaan yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan angka 815. Pada faktor itu, 360 kemudi kurang baik, 225 rem tidak berfungsi, 135 penerangan kurang baik, 34 lampu depan tidak berfungsi, 27 ban kurang baik, 14 lampu jalan tidak berfungsi, 9 lampu menyilaukan kenderaan lain, 7 AS belakang pecah dan 4 AS muka pecah.

Termasuk faktor alam yang juga menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, tercatat dengan angka 44. Pada faktor itu, 39 hujan, 4 kabut dan 1 pohon tumbang.Sementara untuk jalan terjadinya kecelakaan lalu lintas itu, tercatat 4239 terjadi di Jalan Nasional, 1746 terjadi di Jalan Provinsi, 3690 terjadi di Jalan Kabupaten/Kota dan 453 terjadi di Jalan Desa. Untuk waktu kejadian, tercatat paling rawan kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada pukul 18.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB. Pada waktu itu, tercatat 1834 kejadian.(Elin)

News Feed