oleh

Suami Diduga Tewas Disiksa Personil Polisi,Sri dan Anaknya mendatangi Mapolda Sumut

OKEBUNG |
Sri Gustina (29) warga Jalan Irian, Lorong III, Gang Aman,Kec Tanjung Morawa,Kab Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara hanya bisa mengelus dada dan menunggu kepastian keadilan.Pasalnya, istri dari korban Sofian Lubis (37) yang dianiaya hingga tewas oleh oknum polisi Polres Deli Serdang ini memohon dan berharap agar Kapolda Sumut dapat menindaklanjuti laporannya.

Dengan wajah sedih yang mendalam ,Sri didampingi kuasa hukumnya David,SH mendatangi Mapolda Sumut,Kamis (05/12/2014).Kedatangan ibu tiga anak ini untuk melaporkan oknum polisi Polres Deli Serdang yang diduga terlibat tewasnya Sofian Lubis ayah dari tiga anak yang dilahirkannya.

“Suami saya  ditahan dalam tuduhan menghalang halangi petugas saat melakukan pengerebekan terhadap bandar narkoba pada,Sabtu (29/11/2014) lalu,”ungkap Sri.

Masih kata dia bahwa dirinya belum puas sebelum pelaku pembunuh suaminya di adili sesuai hukum yang berlaku.Kedatangannya bersama kuasa hukumnya melaporkan personil Polres Deli Serdang yang dipimpin AKBP Edy Pariadi untuk mencari keadilan.

“Saya datang kemari hanya minta keadilan agar pelaku pembunuh suami saya ditangkap,”ucap Sri berlinang airmatanya.

Dia juga bertekad akan menemui langsung Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo bila kasus ini tidak mendapat keadilan.

“Kalau kasus ini tak ditindaklanjuti,makaakan saya temui Kapolda Sumut langsung,”ujarnya sembari menunjukkan bukti laporan Polisi No.STTLP/1355/XII/2014,SPKT “II” dengan terlapor Porsonil Polres Deli Serdang.

Dari STPL itu, pelaku penganiayaan disebutkan melanggar pasal 351 ayat 3, yaitu penganiayaan berat menyebabkan seseorang meninggal dunia. Laporan itu diterima petugas SPKT Poldasu Brigadir Rudi Bangun, Tertanggal 4 Desember 2014.

Selain itu, Sri juga menceritakan bahwa setelah ditangkap,Sri sempat ketemu sama suaminya. tapi wajahnya sudah nampak babak belur.

“Sebelum meninggal suami saya wajahnya sudah babak belur,saya heran kenapa bisa begitu.Suami saya itu rakyat biasa,kenapa petugas polisi menghakimi suami saya dengan kekerasan,
apakah seperti itu penegakan hukum di negara kita ini,”kesalnya.

Kenapa Polisi menyiksa suami saya sampai mati,pada hal belum tentu suami saya itu bersalah,tapi kenapa petugas polisi sudah melakukan penyiksaan terhadap suami saya,katanya polisi itu mengayomi,melindungi masyarakat,dan menegakkan hukum.

“Tega sekali mereka bunuh suami saya,apa mereka gak punya perasaan lagi.lihatlah anak-anak saya masih kecil harus sudah kehilangan ayahnya yang tewas dibunuh sama oknum polisi Polres Deliserdang.Semoga orang yang telah membunuh suami saya mendapat ganjaran setimpal,”tambahnya lagi.

Lanjutnya,Setelah suami saya dalam tahanan Polres Deliserdang,kami pihak keluarga sama sekali tidak diperkenankan untuk bertemu . Bahkan, kata istri korban, saat itu polisi hanya memberikan surat penahanan,dan pada Sabtu (29/11/2014),saya dikabari oleh seorang petugas polisi yang bernama Pak Susilo,katanya suami saya berada di Rumah Sakit Umum Lubuk Pakam.

Mendapat kabar itu saya pun melihat suami saya di RSU Lubuk Pakam,di situ saya melihat suami saya dalam keadaan kritis enggak bisa apa-apa dan tidak lama berselang suami saya meninggal pada,Minggu (30/11/2014)sekira pukul 13 :30 WIB.

Selanjutnya dengan kesepakatan keluarga,kami bawa korban ke RS Pringadi Medan,setelah berada di ruang jenazah RSUD Pirngadi Medan, jasad korban kemudian dibersihkan. Pihak rumah sakit pun meminta izin untuk mengautopsi jasad korban.

“Kami saat ini menunggu hasil outopsi,” sebut Sri, berharap persoalan itu tidak dianggap sepele, karena menyangkut nyawa dan juga masa depan anak-anaknya. ,”harapnya.

Apapun kasus suaminya, maunya ditindaklanjuti dengan seadil-adilnya. Apalagi, pihak Polres Deli Serdang tidak ada etikat baik kepada suami saya,

“Sekarang aku sudah menjadi janda, dan harus menghidupi ketiga anak-anakku yang telah menjadi anak yatim ,”tuturnya dengan air mata berlinang mengharap keadilan

Lebih lanjut dikatakannya, kami meminta agar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH Msi harus bersikap tegas terhadap anggotanya dan jangan melakukan pembiaran bila bersalah hendaknya Kapoldasu dapat menegakkan hukum yang sebenar-benarnya,jangan tajam kebawah tumpul keatas,”kata Sri Gustina seorang Ibu yang memiliki tiga orang anak yakni,Rian (12), Bila (8),dan Linda (5).

Sementara berdasarkan keterangan Kapolres Deliserdang, yang  diperoleh wartawan media ini dari salah satu sumber, bahwa Sofian ditahan karena menghalang-halangi petugas saat melakukan penggerebekan tersangka pengguna narkoba pada Kamis (27/11) lalu.

“Sofian saat itu menghalangi petugas dengan melakukan pelemparan batu dan kursi. Lemparan batu mengenai kaki petugas, sehingga dia diamankan,” kata Kapolres Deliserdang AKBP Edi Fariadi, dihubungi melalui telefon.

Mengenai penyebab kematiannya, disebutkan karena penyakit gula, ginjal dan paru-paru kronis hasil visum RSU Lubuk Pakam tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Penangkapannya sudah sesuai prosedur, dan tidak ada penganiyaan,” kata Edi Fariadi mengaku berada di Semarang, Jawa Tengah saat dikonfirmasi sumber

Namun keterangan itu dibantah pihak keluarga, karena saat jenazah Sofian dibawa ke rumah duka, terlihat bibirnya bengkak bekas pukulan, dan badannya lebam-lebam.,”ungkap Sri (El)

News Feed