oleh

Spesialis Pencuri Rumah Diadili, Bram Ngaku Nekat Karena Butuh Uang Persalinan

MEDAN-OKB|
Bram dan Joko Susilo, dua spesialis pencuri rumah ini hanya bisa terduduk lemas saat disidangkan di ruang Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Kamis (10/07/2014) siang.

Dalam agenda mendengarkan keterangan saksi mahkota tersebut, keduanya pun mengaku kalau modus yang dilakukan dengan cara mendatangi rumah warga, dan jika rumah dalam keadaan kosong, keduanya pun kemudian masuk ke dalam rumah.

“Jadi modus yang kalian lakukan gimana?,” tanya majelis hakim kepada terdakwa.

“Caranya kami pura-pura nanya alamat, kalau gak ada orangnya kami masuk aja,” jelas Bram.

Dan yang menjadi target adalah rumah milik Samsidar pada 4 Maret 2014 lalu, dan korban pun kehilangan 2 cincin emas, anting berlian yang diletakkan di lemari dalam kamar.

“Kami masuk ke dalam rumah, kami bongkar pagarnya pake kunci monyet. Aku masuk ke dalam rumah, kalau Joko diluar mantau situasi,” jelas Bram.

Kemudian hasil pencurian pun dijual kepada Mardiani yakni cincin seberat 5 gram seharga Rp 2,3 juta.

“Emasnya kami jual seharga 2,3 juta,” terang Bram.

“Terus untuk apa uang itu digunakan?,” tanya majelis hakim.

“Uangnya dipake untuk biaya melahirkan istri saya sebesar Rp 800 ribu, saat itu lagi butuh biaya,” ungkapnya.

Sementara itu menurut keterangan Mardiani yang didudukkan bersama kedua tersangka, mengaku kalau membeli cincin emas tersebut lantaran tidak tahu kalau emas itu adalah hasil curian.
“Saya tidak tau pak kalau emas itu hasil curian, soalnya si Bram minta tolong sama saya untuk jual dan bayari emas itu,” terangnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim yang diketuai oleh Gerchat Pasaribu, SH, ini pun kemudian menunda persidangan hingga, Rabu (17/07/2014) dengan agenda tuntutan. (Ema)
Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed