oleh

SPBU Penjual BBM ke Jerigen Terancam Ditutup

JAKARTA-OKB|
Pihak Pertamina, sesuai arahan pemerintah, telah mencabut program pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pembatasan kuota lima persen di tiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah menyebabkan keresahan masyarakat hingga terjadi antrean panjang.

Kini, sebagai solusi normalisasi, Pertamina telah menambah kuota penyaluran BBM bersubsidi sekitar 30 persen di atas normal. Melalui penambahan kuota tersebut diharapkan juga agar tidak ada konsumen yang membeli BBM bersubsidi dengan menggunakan jerigen.Jika kedapatan, dilansir merdeka.com, maka sanksi tegas akan diberikan pada pemilik SPBU.

“Pertamina tetap dilakukan pengendalian secara tertutup, secara terukur. Pembelian jerigen kita tindak tegas,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, di Bandara Halim Perdanakusuma.
Diungkapkan Hanung, pihaknya akan memberikan sanksi berupa skors selama tiga bulan hingga Pemutusan Hak Usaha (PHU) bagi SPBU yang kedapatan menjual BBM bersubsidi secara eceran.

“Kita skors tiga bulan, (bisa) kita PHU, kita akan tetap bekerja semaksimal mungkin sesuai arahan kebijakan yang ada,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menambahkan penindakan terhadap penjual BBM bersubsidi secara eceran tersebut bukan hanya tugas Pertamina.

“Sebenarnya merazia, pengecer itu bukan wewenang Pertamina saja, tapi pemerintah daerah dan kepolisian,” pungkasnya.(net)
Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed