oleh

Solar Dibatasi, Pemilik Bus Mulai Resah

SOLO -OKB|
Solar mulai dibatasi membuat sejumlah pengendara menggunakan solar mengeluh.Tak hanya pemilik mobil pribadi saja.Pengusaha otobus juga mulai mengeluhkan kebijakan PT Pertamina (Persero) yang membatasi penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar. Pasalnya, sejak kebijakan tersebut mulai diberlakukan, akan berpengaruh besar terhadap biaya pengoperasionalan bus setiap harinya.

Tri Haryadi salah satu pemilik PO Bus Antar Jaya mengatakan saat ini memang belum dirasakan dampak dari penghapusan BBM bersubsidi jenis Solar. Tetapi, bila kebijakan tersebut tidak segera dihapus, maka pelan namun pasti akan berdampak besar terhadap angkutan.

Untuk itu, Tri Haryadi meminta agar pemerintah terutama PT Pertamina masih memberikan kesempatan kepada pemilik bus dan angkutan untuk bisa membeli BBM bersubsidi. Meskipun, Tri Haryadi mengakui bila permintaannya tersebut akan dianggap angin lalu oleh PT Pertamina.

“Meski belum seluruhnya memberlakukan kebijakan dari PT Pertamina, namun ada SPBU yang telah memberlakukan kebijakan tersebut. Di mana BBM bersubsidi masih bisa dibeli sejak pukul 6 pagi hingga pukul 18.00 WIB. Di atas pukul 18.00 hingga pukul 6 pagi, BBM bersubsidi sudah tidak bisa dibeli lagi. Padahal bus saya beroperasinya ada juga di malam hari,” terang Tri saat ditemui Okezone, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (07/08/2014)melansir okezone.com.

Sedangkan di satu sisi,ungkap Tri, pihaknya tidak mungkin menaikan tarif penumpang. Sebab, bila pihaknya menaikan tarif penumpang, otomatis, para penumpang akan lari ke transportasi lainnya.

“Dari harga saja sudah naik dua kali lipat. Pengeluaran di siang hari, dan pengeluaran di malam hari. Untuk saat ini, kita masih bertahan di tarif yang lama. Mau bagaimana lagi, mana mungkin kita menaikan tarif. Kalau tarif dinaikan, penumpang akan lari ke transportasi lainnya,”jelasnya.

Menurut Tri, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pihak Organda Jawa Tengah untuk bersikap menyusul kebijakan tersebut. Saat ini langkah antisipasi yang diberlakukan pihaknya barulah menambah biaya operasional bus setiap harinya.

Di mana untuk satu bus, Tri menambah biaya operasional sebesar Rp 500 ribu, dibandingkan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan. Padahal, tak hanya BBM saja yang dipikirkan pihaknya untuk menjalankan bus miliknya. Masih ada kebutuhan lain yang juga harus dipikirkan pihaknya sebagai pemilik transportasi. Yaitu suku cadang kendaraan hingga upah kru bus miliknya.

“Saat ini kita pasrah kepada organda saja. Kalau pemerintah bijak, dengan menaikan harga solar, tentu saja biaya lainnya juga akan naik. Karena semua barang yang didistribusikan ke seluruh Indonesia, seluruhnya diangkut oleh armada yang menggunakan solar,” pangkasnya. (okz/net)

News Feed