oleh

Soal Tahanan Tewas Dalam Sel Polsek Batangtoru,Usai Investigasi, KontraS Duga Rifzal Tewas Akibat Dibunuh


OKEBUNG|
Usai melakukan investigasi terkait kematian Rifzal Riandi Siregar warga Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di Mapolsek Batangtoru beberapa waktu yang lalu. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasaan (KontraS) Sumut menduga kuat tahanan atas kasus perkelahian dengan oknum Polri, Bripda Khairil Fadli yang bertugas di Mapolsek Batangtoru tewas akibat dibunuh.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Badan Pekerja KontraS Sumut, Amin Multazam kepada wartawan, Kamis (14/9/2017). Dikatakannya, selama investigasi yang mereka lakukan kemarin, KontraS telah mengumpulkan bukti-bukti fisik, baik foto, surat-surat maupun keterangan langsung dari keluarga dan masyarakat. Alhasil, usai menganalisa persoalan tersebut KontraS pun akhirnya menarik kesimpulan kalau kematian Rifzal kuat dugaan akibat dibunuh.

“Kami mencoba menganalisa persoalan mulai dari kronologi penangkapan, saat Rifzal berada dalam tahanan, maupun pasca Rifzal meninggal. Dari hasil tersebut, kami menarik kesimpulan bahwa meninggalnya Rifzal memang patut di selidiki lebih dalam. Karena kuat dugaan terjadi kejanggalan-kejanggalan dalam meninggalnya beliau,” ucapnya.

Lebih lanjut, Amin mengatakan, pihaknya juga saat ini tengah berusaha mencari saksi-saksi kunci atas tewasnya Rifzal. Sebab, mereka mengharapkan, saksi tersebut dapat membantu mengungkap kematian Rifzal.

“Kami mencoba mencari siapa saja saksi-saksi kunci diluar kepolisian yang harapannya bisa membantu mengungkap kasus tersebut,” tukasnya.

Disamping itu, Amin juga mengatakan, KontaS siap mendampingi pihak keluarga untuk membuat laporan langsung ke Propam Mabes Polri. Bahkan, KontraS juga akan menyurati Kompolnas serta Komnas HAM terkait persoalan ini.

“KontraS pada prinsipnya siap mendampingi keluarga korban untuk membuat laporan langsung (secara pidana maupun ke propam) ditingkat Polda Sumut, maupun ke Mabes Polri. Selain itu, kami akan segera menyurati dan meminta komnasham dan kompolnas untuk segera turun menginvestigasi kasus ini. Harapannya hasil temuan-temuan yang mereka dapatkan bisa lebih objektif dan mampu memenuhi rasa keadilan bagi korban,” tegasnya. (dra)

News Feed