oleh

Soal Mie Kadaluarsa Didaur Ulang,Buruh Tuding PT Olagafood Dibackup Kapolri

OKEBUNG|
Terkait produksi mie yang dicampur bahan kadaluarsa dilakukan PT Olagafood,ternyata berbuntut panjang dan akan menambah pekerjaan rumah (PR) bagi Polda Sumut.Pasalnya,para mantan buruh PT Olagafood ini tidak akan tinggal diam,dan rencananya para buruh akan melaporkan kasus ini ke Dubes Amerika dan Belanda.

“Wajar saja kasus ini tidak dilanjutkan, kami mendapat informasi dari para pekerja yang lama di PT Olagafood bahwa perusahaan tersebut diduga Dibackup oleh Kapolri Jendral Pol Badroidin Haiti,” ujar Golan Hasibuan selaku pelapor yang melaporkan kasus tersebut kepada wartawan,melalui telepon seluler,Sabtu (25/04/2015)

Menurutnya pembelaan Poldasu yang menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium bahwa PT Olagafood tidak terbukti mencampur bahan kadaluarsa dinilai wajar dikarenakan PT Olaga Food sudah menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian sejak Poldasu dipimpin Kapoldasu Badroidin Haiti.

“Wajar sajalah bang, mereka bisa bilang kayak gitu, Poldasu memang sudah lama bekerja sama dengan PT Olagafood, kerjasama ini terjalin semenjak Poldasu dipimpin Jendral Badroidin Haiti, dan setiap Poldasu menggelar acara, pastilah dibantu PT Olagafood,” ucapnya kesal.

Golan juga menambahkan, bahwa keterangan para saksi yang mencampurkan bahan kadaluarsa tersebut sudah diambil keterangannya oleh penyidik, bukti rekaman video juga sudah diberikan, namun berdasarkan uji laboratorium kasus ini langsung dihentikan begitu saja dan ini menurutnya tidak wajar.

“Buruh yang mencampur bahan kadaluarsa itu sudah mengakuinya, lagian Poldasu melakukan uji laboratorium dimana ?, kalau dilab mereka ya bisa saja itu direkayasa hasilnya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Oleh karena itu Golan dan para buruh akan kembali mempertanyakan kasus tersebut ke Poldasu serta membawa barang bukti berupa mie, Santrimi, Alimi dan Alhami produk dari PT Olaga Food yang dicampur bahan yang telah kadaluarsa.

“Kami akan melakukan aksi unjuk rasa kembali, jika kasus ini tidak jelas penanganannya, dan pasti kami akan melapor ke Dubes Amerika dan Belanda, dikarenakan mereka yang mampu menangani kejahatan internasional,”sebutnya.

Saat disinggung, apakah ada rencana pihak buruh melaporkan kasus ini ke Mabes Polri, lantas Golan mengatakan bahwa pekerjaan itu hanya sia-sia saja, dikarenakan pihak kepolisian saat ini dipimpin Jendral Pol Badroidin Haiti.

“Untuk apa lagi bang, pasti mentoklah laporannya,karena Kapolri sekarang pak Badrodin Haiti yang pernah menjabat sebagai Kapoldasu juga,” ujarnya.

Menanggapi tudingan mantan buruh PT.Olagafood tersebut,Kasubdit I/Indag Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut ,AKBP Prido Situmorang sangat menyayangkan kenapa mereka tidak melaporkan sejak isu daur ulang diperusahaan itu mencuat pada Oktober 2014.

“Lagi pula yang sangat kita kesalkan, kenapa tidak mereka (karyawan) laporkan dari tahun 2014. dan Kenapa baru sekarang mereka laporkan? Jadi setelah salah satu dari karyawan kena masalah, baru kasusnya di ributi,” ujar Fredo singkat.[El]

Foto |dok.net\google\

News Feed