oleh

Soal Informasi Adanya Penyelewangan Bantuan Jokowi Buat Pengungsi Dibantah

OKEBUNG|
Terkait adanya rumor yang menyebutkan bahwa bantuan dari Presiden Republik Indonesia (RI)Joko Widodo(jokowi) untuk korban erupsi Gunung Sinabung yang diduga diselewangkan ternyata dibantah.

“Dugaan penyelewengan dana bantuan Presiden RI Joko Widodo kepada pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Universitas Karo (UK) Jalan Djamin Ginting No 41,Kaban Jahe,Tanahkaro,Sumut dan pengungsi di Posko Gedung KNPI Jalan Pahlawan No.1 Kaban Jahe itu tidak benar,”demikian ditegaskan Pengelola Wakil Yayasan Karo Simalem Universitas Karo,(UK) Bana Sinunglingga didampingi Ketua Posko Pengungsi Korban Erupsi Sinabung Erlina Sitepu dan Sekretaris Hartono Purba kepada wartawan,Selasa (04/11/2014).

Karena,lanjut Bana,di posko pengungsi di UK terdapat Tiga Desa yakni,Desa Simacam,dan Desa Bakerah,serta Desa Kuta Tunggal,masing-masing pengungsi ini ada yang bertanggung jawab yaitu Pengelolaan Resiko Bencana( PRB) dan jika ada bantuan dari presiden yang disunat itu tak benar,sebab saya harus mengetahu keluarnya bantuan itu untuk warga.

“Gak benar itu bang,masa bantuan presiden kita selewengkan,kan pembukuannya ada,bisa dicek apaakah diselewengkan,”ucapnya.

Sambungnya,memang ada saya ketahui pemotongan itu sebatas untuk pembelian gas,dan sayur-sayuran, namun semua itu bukan keputusan pengurus posko secara mutlak,tapi sebelum terjadi pemotongan tersebut kami musyawarahkan terlebih dahulu bersama para pengungsi disini.

“Saya akui ada pemotongan untuk keperluan pengungsi itu sendiri,namun sebelum kita lakukan,sebelumnyaa sudah dimusyawahkan,”jelasnya

Sementara itu,Ketua Posko Pengungsi Korban Erupsi Sinabung Herlina Sitepu didampingi Sekretaris Hartono Purba juga membantah tentang pemotongan uang pengungsi secara sepihak dan mereka menjelaskan pemotongan itu memang ada sebesar RP.700 ribu, tapi bukan Rp.75.000,-ribu itu tidak benar,”ujarnya

Dijelaskannya bahwa pengungsi yang kami tangani ada 137 kepala keluarga,namun karena ada dari anak pengungsi yang berumah tangga,ya secara otomatis jumlah kepala keluarganya bertambah.
” Dua menjadi 139 kepala keluarga,jadi potongan yang 700 itu untuk menutupi kekurangan kepada yang belum mendapat, Sedangkan pembagian bingkisan tidak ada dikurangai sama sekali ,”ungkap Herlina Sitepu

Herlina Sitepu berharap kepada pemerintah agar para pengungsi mendapat relokasi pemukiman sementara,karena menurutnya tempat ini sudah tidak layak lagi,apa lagi dipenampungan ini banyak pengungsi pasangan yang berusia muda.

“Pemerintah Indonesia harus memberika tempat layak bagi pengungsi,”harapnya.

Sebagaimana diketahui sejak kedatangan Presiden Indonesia,Jokowi para pengungsi senang karena perhatian mantan Walikota Solo itu.Karena,sebelum beliau datang,Wc dan sanitasi lain tak ada.

“Sekarang sumur bor sudah ada dan sanitasi yang tersumbat kini telah diperbaiki,”pungkasnya.
(El/Admin)

Foto:ist/elin

News Feed