oleh

Soal Casis Polri,AKBP Tetra Bantah Terima Uang & Tidak Ada Menghilang

*Ditanya Terkait Kasus AKBP Tetra
Kabid Propam hanya Tersenyum*

OKEBUNG|
Terkait maraknya pemberitaan di media cetak dan online dugaan keterlibatan oknum perwira menengah (Pamen) Polda Sumut, AKBP Tetra diduga sebagai perantara untuk menjamin calon siswa (Casis) lulus menjadi anggota Polri, masih menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, apakah AKBP Tetra benar melakukannya? atau hanya fitnah belaka yang sengaja di isukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, karena mungkin diduga ingin menghancurkan prestasi AKBP Tetra.

Munculnya masalah ini,tatkala pernyataan seorang bernama Putra
Daeng (47),yang mengaku salah seorang dari pihak keluarga calon siswa Polri, kepada wartawan.

Bahkan, ia mengaku sudah menyetorkan uang kepada AKBP Tetra senilai Rp 480 juta untuk dua orang calon, yakni Andre (19) casis Tamtama, dan Rizki (19) casis Bintara yang dijanjikan pasti lulus.
 
Akan tetapi, kedua casis tersebut dinyatakan gagal karena nilainya tidak mencukupi untuk kelulusan. Sementara di sejumlah media,perwira menengah (Pamen) Polda Sumut itu, membantah tuduhan dirinya menerima uang dari casis Bintara dan Tamtama Polri 2015.

“Tuduhan itu saya bantah. Saya tidak tahu, saya juga bingung kenapa
saya disebut-sebut menerima uang dari casis. Selain itu, sebut Tetra,kalau saya dibilang menghilang dan menghindar, itu tidak ada sama
sekali. Tetapi saya akui mengenal orangtua dari Andre dan Rizki, casis
Bintara dan Tamtama Polri yang gagal lulus seleksi tersebut. Tidak
lebih dari itu, apalagi dikait-kaitkan dengan ketidaklulusan keduanya,”imbuh AKBP Tetra.

Sedangkan Srimada Br Ginting, orang tua dari Andre dan Rizki, yang
mengaku berdomisili di Kabupaten Batu Bara,Sumatera Utara tersebut, justru mengatakan tidak mengenal Putra Daeng, dan dengan tegas Srimada Br Ginting membantah telah memberikan sejumlah uang kepada AKBP Tetra guna meluluskan ke dua putranya sebagai Bintara dan Tamtama Polri.

 “Saya tidak kenal dengan nama Putra Daeng itu. Kalau dia mengaku sebagai adik saya,tentu anehkan karena saya bermarga Ginting bukan Daeng.Srimada Br Ginting mengaku pusing dan juga bingung karena nama anaknya dibawa -bawa dalam persoalan tersebut. Jangan kami yang dikambing hitamkan dalam persoalan ini.Kalau mereka ada persoalan,jangan melibatkan kami,” katanya pada wartawan.

Srimada menyebutkan, dalam hal ini, dia tidak pernah bicara apa-apa,
soal lulus atau tidak lulus anaknya menjadi Bintara dan Tamtama Polri,
itu persoalan keluarganya,bukan orang lain. Apa lagi saya di tuding
telah melaporkan AKBP Tetra ke Bid Propam Poldasu, itu tidak benar.

 
“Jadi saya tegaskan, saya tidak pernah melaporkan AKBP Tetra kepada pihak manapun, itu semuanya fitnah. Anak saya kan mencoba masuk polisi, kalau ternyata tidak lulus mau diapakan, berarti belum rezeki.Intinya saya tidak punya persoalan dengan AKBP Tetra,” kata warga Batubara itu seraya menambahkan, saya pun menjadi bingung dengan pernyataan Putra Daeng itu di media massa yang membawa-bawa keluarga saya.

Sementara Kabid Propam,Kombes Pol Makmur Ginting saat di konfirmasi wartawan Jumat (12/06/2015) lalu mengatakan, bahwa AKBP Tetra statusnya belum jelas setelah dimutasi ke Yanma Poldasu.

Namun saat disinggung tentang pemeriksaan AKBP Tetra, yang sempat dinyatakan daftar pencaharian orang (DPO) oleh Kapoldasu Irjen Pol.Eko Hadi Sutedjo terkait pernyataan orang yang mengaku bernama Putra Daeng salah seorang pihak keluarga korban bahwa AKBP Tetra ada menerima uang senilai Rp 480 juta untuk dua orang calon siswa Polri,yakni Andre casis Tamtama, dan Rizki casis Bintara yang dijanjikan
lulus, Kabid Propam Kombes Pol Makmur Ginting hanya tersenyum, sembari berjalan sambil berseloro dengan wartawan dan lalu masuk ke Gedung Bid Propam Poldasu .(EL/Admin)

Foto|dok.casis demo rumah kapoldasu
 
 

News Feed