oleh

Soal Buletin Medan Mantap,Poldasu Koordinasi dengan BPK

OKEBUNG|
Untuk mengusut kerugian negara dalam penerbitan Buletin Medan Mantap yang dikelola DPRD Medan,petugas Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu akan melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfii Assegaf melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan yang dihubungi wartawan melalui telephon seluler, Senin (11/05/2015) mengatakan bahwa tindakan tersebut pasti akan dilakukan penyidik dengan tujuan untuk memeriksa jumlah kerugian negara.

“Pastilah kita akan berkoordinasi dengan BPK, namun koordinasi itu baru kita dapat lakukan, setelah gelar perkara nanti yang menentukan apakah kasus ini dapat ditingkatkan ke sidik,” ujarnya.

MP Nainggolan menambahkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi”Kita masih pulbaket kasus ini,” ujarnya

Saat disinggung, Sekwan DPRD Medan Mhd Azwarlin Nasution yang telah diperiksa pihak kepolisian sebanyak dua kali dapat dijadikan tersangka, lantas Nainggolan mengatakan bahwa hal tersebut tidak tertutup kemungkinan, namun menurutnya, penetapan tersangka itu wewenangnya penyidik, dan saat ini pihaknya masih membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama untuk menetapkan pelaku yang merugikan uang negara.

“Bisa jadi, tidak tertutup kemungkinan Sekwan dapat dijadikan tersangka, semua saksi yang diperiksa kemungkinan bisa dijadikan tersangka, itu semuakan wewenangnya penyidik, merekalah yang menentukannya, namun penetapan tersangka ini harus dilengkapi alat bukti dan keterangan saksi yang cukup, dan itu juga harus melalui proses gelar perkara,” bebebrnya.

Diketahui sebelumnya,Sekwan DPRD Medan Mhd Azwarlin Nasution telah diperiksa dua kali oleh Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu terkait dugaan korupsi penerbitan Buletin Medan Mantap.

Selain itu, pihak kepolisian belum ada menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Namun sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan beberapa pegawai di DPRD Medan.

Diketahui Sekretaris Dewan (Sekwan) Mhd Azwarlin Nasution diperiksa penyidik Tipikor Poldasu dilantai I Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Kamis (16/04/2015) lalu.
   
Sekwan Mhd Azwarlin Nasution ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya membenarkan terkait pemeriksaan tersebut.

“Ya tadi saya diperiksa Poldasu, pemeriksaan terkait seputar pelaksanaan penerbitan Buletin Medan Mantap,dan kita sudah memberi penjelasan dengan sejelas-jelasnya,”ujarnya.
   
Karena ini menyangkut penggunaan uang negara, lanjut Mantan Camat Medan Johor ini pihaknya siap mempertanggungjawabkannya, seraya mengatakan dirinya diperiksa dari sekira pukul 15.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB.
   
Ditanya soal kelanjutan buletin ini, Sekwan mengatakan akan menghentikannya. “Untuk kedepan tidak ada lagi penerbitannya, kita stop,”tandas Azwarlin.
   
Tidak saja terhadap Azwarlin Nasution, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Buletin ‘Medan Mantap, Nurita Hasibuan juga diperiksa. “Tadi saya juga diperiksa,”ujarnya singkat.
   
Saat ditanya tentang materi pertanyaan Nurita enggan menjawabnya. “Ah kalian kan sudah tahu ujarnya Pegawai Negri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat DPRD Medan yang satu ini.
   
Informasi diperoleh dari gedung dewan, baik Azwarlin maupun Nurita diperisa penyidik oleh penyidik Tipikor Poldasu Kompol Hasan By bersama empat orang anggotanya.
   
Seperti diketahui, pada tahun 2015, pihak Sekretariat DPRD Medan telah mengeluarkan anggaran Rp 360 juta untuk penerbitan buletin ‘Medan Mantap.
     
Buletin ini  diterbitkan satu bulan sekali dan dicetak sebanyak  100 eksemplar dengan ketebalan 36 halaman ditambah cover depan dan belakang menjadi 40 halaman.
   
Isinya merupakan kliping berita-berita kegiatan DPRD Medan dan sebagian kecil  kegiatan Pemko yang sudah pernah diterbitkan di media-media cetak di Medan. Buletin  yang sudah terbit di tahun 2015 adalah edisi Januari, Februari, Maret dan menyusul April.
   
Dikabarkan, biaya belanja penerbitan buletin ‘Medan Mantap’ untuk tahun 2015 sebesar Rp 360 juta itu mengalami kenaikan anggaran hingga 300 persen, dari anggaran tahun 2014 yang telah digelontorkan hanya Rp 120 juta.

Pengadaan penerbitannya  tidak melalui proses tender, pengerjaan dilakukan oleh pihak ketiga dengan sistem penunjukan langsung (PL).
   
Sesuai dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat kerja daerah (DPA SKPD) tahun anggaran 2014 No DPA SKPD 1.20 04 01 15 5 2 dengan pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran Mhd Azwarlin Nasution. Sekretaris DPRD, belanja cetak dan penggadaan buletin kegiatan DPRD Medan dengan volume cetak 3000 eksemplar untuk satu tahun dengan rincian biaya cetak Rp 40 ribu per eksemplar, totalnyal Rp 120 juta per tahun. Honorarium panitia pelaksana kegiatan pengadaan buletin DPRD Medan untuk volume 4 kali (triwulan) dalam setahun, Rp  7.800.000 per triwulan,   totalnya Rp 31. 200.000. Belanja alat tulis kantor kegiatan penggadaan buletin kegiatan DPRD Medan Rp 2.745.000 untuk setahun.

Indikasi penggelembungan belanja cetak dan penggandaan buletin kegiatan DPRD Medan tahun 2014, jumlah eksemplar yang dicetak tidak sampai 3000 eksemplar, dengan anggaran cetak Rp 40 ribu per eksemplar.[El]

Foto|ilustrasi\

News Feed