oleh

Sidang Sabu 2,1 Kg dan Ekstasi 11.400 Kurir dan Agen Dituntut 16 Tahun.

MEDAN-OKB|
Dua terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 2,1 Kg dan ekstasi 11.400 butir,Ardiyatun alias Dede dan Kamaludin alias Nanang, dituntut masing-masing 16 tahun penjara.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fatah dan Sani Sianturi, di ruang Candra II Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/07/2014) sore.

Dihadapan Majelis hakim yang diketuai oleh Indra Cahaya, JPU menilai kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 tentang narkotika. Selain mendapat hukuman masing-masing 16 tahun penjara, kedua terdakwa juga dikenakan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan.

“Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan kedua terdakwa hukuman penjara masing-masing selama 16 tahun,”kata JPU Fatah.

Mendengar tuntutan tersebut, kedua terdakwa tertunduk lesu dan terlihat meneteskan air mata. Mereka bahkan tidak menoleh sedikit pun ke penasehat hukumnya, Sofyan Abdul Lubis. Melalui penasehat hukumnya, kedua terdakwa kan menyampaikan pembelaan (pledoi) pada persidangan berikutnya.

Usai persidangan, JPU Fatah menyebutkan kalau terdakwa Nanang menangis mendengar tuntutan tersebut.
“Dituntut masing-masing 16 tahun,” ucap Fatah ditemui wartawan.

Sementara itu, Sofyan Abdul Lubis selaku penasehat hukum kedua terdakwa, mengatakan tuntutan yang diberikan JPU terlalu berat.
“Gak wajar tuntutannya karena kedua terdakwa baru pertama kali melakukan ini. Dede hanya sebagai agen dan Nanang sebagai kurir, barangnya bukan milik mereka berdua. Mereka baru beroperasi selama 6 bulan,” terang Sofyan.

Terpisah, praktisi hukum Sumut, Nuriono mengatakan tuntutan ini terlalu ringan. Ia menduga ada mafia yang mengatur tuntutan itu sehingga terlalu ringan. “Dengan barang bukti sebesar itu, masa hanya dituntut 16 tahun. Hal ini terindikasi adanya mafia dalam kasus ini,” katanya.

Nuriono pun Mempertanyakan tuntutan itu, terlalu rendah yang diberikan JPU kepada kedua terdakwa. Hal itu membuat tidak ada efek jera terhadap para pelaku narkoba. Padahal narkoba dapat merusak generasi bangsa.
“Ini menjadi tidak ada efek jera terhadap pelaku narkoba. Seharusnya penegak hukum harus tegas dalam setiap memberikan tuntutan,”tegasnya.

Seperti diketahui, Ardiyatun alias Dede dan Kamaludin alias Nanang ditangkap petugas BNNP Sumut di Perumahan Grand Puri Jalan Pasar 4 Marelan pada Kamis tanggal 14 November 2013. Dari situ, petugas berhasil menyita sabu seberat 2,1 Kg dan ekstasi sebanyak 3.400 butir.

Saat penggrebekan, terdakwa Dede langsung ke kamar mandi dan membuang sabu sebanyak 1 Kg di kloset. Bahkan, terdakwa Dede disebut petugas BNNP Sumut merupakan istri dari anggota TNI AL berpangkat Pelda berinisial S. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan menyita pil ekstasi sebanyak 8.000 butir dari rumah milik Elly (berkas terpisah). Terdakwa Dede dan Nanang mendapat masing-masing Rp 5 juta setiap penjualan sabu seberat 1 Kg. (Ema)
Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed