oleh

Sidang Korupsi Alkes: Pejabat Dinkes dan Rekanan Didakwa Rugikan Negara Rp 3,6 Miliar

OKEBUNG|
Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes Dinas Kesehatan Asahan Tahun Anggaran 2012 yang bersumber dari dana APBN P senilai Rp 6,9 Miliar dengan dua terdakwa yakni Irfan Nasution selaku Pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Asahan dan Nasrun Achdar selaku Direktur PT Cahaya Anak Bangsa, diadili di ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Medan, Selasa (02/09/2014) siang.

Keduanya didakwa merugikan negara Rp 3,619 miliar dalam pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan kedokteran tahun 2012. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kisaran, Roy Tambunan, dalam dakwaan yang dibacakan dihadapan majelis hakim diketuai oleh, Parlindungan Sinaga, SH, menyebutkan, Dinkes Asahan pada Tahun Anggaran (TA) 2012 menerima dana sebesar Rp6,9 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan untuk pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan Keluarga Berencana (KB).

Pelelangan proyek Alkes tersebut diikuti empat perusahaan, salah satunya PT Cahaya Anak Bangsa. Namun, lelang yang dilakukan diduga fiktif karena Herwanto selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sudah mengatur untuk memenangkan PT Cahaya Anak Bangsa.

“Terdakwa Irfan Nasution selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kemudian menetapkan PT CV Cahaya Anak Bangsa sebagai pemenang lelang karena ada arahan dari Herwanto,” kata jaksa.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan itu, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terkait dakwaan jaksa tersebut, penasihat hukum masing-masing terdakwa menyatakan tidak mengajukan keberatan (eksepsi). Sidang pun ditunda hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (Ema)

Foto:Ilustrasi/

News Feed