oleh

Sidang Kasus Pemukulan Anak Anggota Polisi:Terdakwa Akui Melakukan Pemukulan

MEDAN-OKB|
Ozui Telaumbanua (23) terdakwa kasus penganiayaan terhadap kekasihnya, Mentari Yolanda Ritonga (23), warga Kompleks Rispa III dan IV Jalan Kelapa Raya Kec. Medan Johor, disidangkan di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/07/2014) sore.

Dalam sidang dengan agenda dakwaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa terdakwa melakukan penganiayaan.”Terdakwa melakukan penganiyaan kepada korban di kampusnya USU,” jelas JPU.

Kemudian usai pembacaan dakwaan, lanjut pemeriksaan saksi korban, Yolanda. Dan saat ditanyai penyebab penganiayaan tersebut, korban mengaku cemburu karena terdakwa menerima permintaan pertemanan dari mantan terdakwa di jejaring sosial.
“Kami ributnya karena dia (terdakwa) menerima permintaan pertemanan dari mantannya. Dan kami tengkar di dalam mobil, dan aku dipukulnya dan aku gak ada melawan,” jelasnya.

Dan menurutnya, kalau tidak ada terdakwa dibawa ke rumahnya.
“Tidak benar kalau dia (terdakwa) gak pernah ada dibawa kerumah, sama saya tidak pernah mengetahui adanya perdamaian,” ungkapnya.

Kemudian lanjut pemeriksaan keterangan kakak korban, Gisel, yang menyatakan kalau korban sering bertengkar dengan terdakwa via telepon.”Adik saya dan dia (terdakwa) sering bertengkar lewat telepon, karena sering saya cek nomer hp nya di hp adik saya,” terangnya.

Lanjut pemeriksaan ibu korban, Henisah, yang mengatakan kalau sering melihat badan korban memar.”Saya sering lihat badannya (korban) itu memar-memar, tapi dia gak mau ngaku setelah dibujuk baru ngaku kalau dipukul dia (terdakwa) dan langsung buat laporan ke polisi dan visum,” jelasnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi-saksi, kemudian majelis hakim yang diketuai oleh, SB Hutagalung, SH, ini melanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa. Dan menurut keterangan terdakwa kalau dirinya mengaku kalau memukul korban.

“Saya gak ada niat memukulnya, saya hanya coba menangkis karena saya ditamparnya. Penyebab ributnya karena saya menerima permintaan pertemanan mantan saya,” jelasnya.

Lanjutnya dirinya mengatakan kalau sebelumnya sempat dibawa kerumah korban dan dianiaya oleh keluarga korban.”Aku Sempat dibawa kerumah dia (terdakwa) dan jemput oleh 2 orang polisi dan dipaksa masuk ke dalam mobil,” jelasnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa kemudian majelis hakim pun menunda persidangan hingga minggu depan dengan agenda tuntutan. (Ema)
Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed