oleh

Sidang Dugaan Penipuan Anggota DPRD Medan Berlangsung Dengan Agenda Pemeriksaan Keterangan Saksi

MEDAN -OKB|
Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Denny Ilham Panggabean, Elida Hanum Lubis dan Tigor Maulana Panggabean kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (04/08/2014) siang.

Dalam sidang agenda pemeriksaan saksi tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Fatah, menghadirkan saksi Elsa Rahel Siagian dan Kompol A Tambunan selaku Penyidik Polda Sumut.

Elsa Rahel Siagian dalam kesaksiannya menjelaskan, terdakwa Denny Ilham Panggabean yang merupakan anggota DPRD Medan meminjam uang dengan total Rp2,2 miliar kepada Arkham Ray.

Uang pinjaman itu, kata Elsa, diberikan kepada terdakwa Denny secara berkala sehingga berjumlah total Rp2,2 miliar. Namun begitu jatuh tempo, terdakwa Denny tak mampu melunasinya. Denny pun menawarkan rumah kepada korban seharga Rp4 miliar di Jalan Gajah Mada, Medan, yang diakui terdakwa adalah miliknya.

“Saya kan rekanan PT Torganda, awalnya saya coba tawarkan aset (rumah) milik Denny ke Torganda. Namun transaksinya itu belakangan batal,” kata saksi dihadapan majelis hakim yang diketuai SB Hutagalung di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan.

Mendengar penjelasan saksi, majelis hakim kemudian bertanya apa yang menyebabkan transaksi tersebut gagal. “Kenapa bisa batal, apa penyebabnya,” tanya hakim.

“Karena aset yang ditawarkan bermasalah, masih menjalani sengketa,” jawab saksi Elsa.

Saksi menjelaskan, karena rumah yang ditawarkan saksi bermasalah, korban yang merasa tertipu pun melaporkan Denny ke Polda Sumut.

Saksi lainnya, A Tambunan menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa terdakwa Denny sebagai tersangka saat itu setelah mendapatkan surat izin dari Gubernur Sumut. Dirinya mengatakan, Denny diperiksa berkaitan dengan kasus dugaan penipuan yang dilakukan politisi Partai Demokrat tersebut.
“Tapi sebenarnya rekan saya yang lebih tahu soal perkara ini, karena dia penyidik utamanya. Tetapi dia sudah mutasi (pindah tugas) ke daerah lain,” katanya.

Mendengar penjelasan saksi Tambunan, JPU Fatah pun berjanji kepada majelis hakim akan memanggil kembali penyidik Polda Sumut yang telah pindah tugas tersebut untuk menjadi saksi di Pengadilan. “Kami akan coba panggil lagi nanti majelis,” kata jaksa.

Usai mendengarkan keterangan kedua saksi, majelis hakim kemudian bertanya kepada terdakwa Denny Ilham Panggabean soal keterangan saksi tersebut. Denny pun kemudian membantah keterangan saksi Elsa soal meminjam uang Rp2,2 miliar.

“Tidak ada pinjam meminjam di sini majelis. Yang ada adalah jual beli. Dimana saya menjual rumah kepada Arkham, bukan meminjam uang darinya. Jadi keterangan saksi Elsa yang mengatakan saya meminjam uang itu tidak benar,” kata mantan Ketua DPC Partai Demokrat Medan ini.

“Bagaimana saksi Elsa, terdakwa Denny membantah kalau uang itu adalah pinjaman. Menurutnya uang itu adalah hasil jual beli, tidak ada pinjaman. Apakah anda masih tetap pada keterangan anda,” tanya hakim kepada saksi Elsa.

“Saya tetap pada keterangan saya majelis. Uang itu memang pinjaman,” jawab saksi.

Setelah mendengarkan jawaban dari saksi, majelis hakim kemudian menunda sidang tersebut hingga pekan depan.

Di luar sidang, M Sai Rangkuti, Penasehat Hukum Terdakwa mengatakan, perkara ini sebenarnya tidak bisa di pidana. Sebab perkaranya murni perdata, dimana berawal dari jual beli.

“Tetapi di sini memang jual belinya belum sempurna. Ada perjanjiannya sangat jelas, makanya saya bilang ini perdata. Jadi, menurut analisa hukum kita tidak ada yang bisa dipidana di sini, karena ini perdata. Makanya akan kita buktikan nanti kalau perkara ini adalah perdata,” tandasnya. (Ema)
Foto:,ilustrssi

News Feed