oleh

Sidak Wagub ke Dinas SDA dan Bina Marga Penghargaan dan Sanksi Harus Berkeadilan

MEDAN– Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Hj Nurhajizah Marpaung meminta aparatur sipil negara (ASN) mendapat perlakukan yang adil, baik penghargaan maupun sanksi atau reward and punishmen terkait kehadiran serta disiplin waktu kerja. Hal itu disampaikannya saat sidak ke kantor instansi pemerintah provinsi di hari pertama kerja usai cuti bersama lebaran Idul Fitri 2017, Senin (3/7).

Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi di Jalan Sakti Lubis Medan, Wagub menyayangkan ketidak hadiran ASN tanpa alasan pada hari pertama kerja usai libur lebaran. Di mana persentase kehadiran sebanyak 93 persen dan 98 persen. Karenanya perlu ada penegasan terhadap aturan disiplin kepegawaian sesuai peraturan gubernur (Pergub) 11/2017 tentang Tunjangan Tambahan Penghasilan.

“Kita belum tahu alasan ketidakhadiran ASN, apakah disengaja atau seperti apa. Karena sekarang ini sudah ada Pergubnya. Bagi eselon III, dampaknya (sanksi) besar, bukan hanya pemotongan tunjangan, tetapi penundaan kenaikan pangkat,” ujar Wagub.

Wagub juga meminta pimpinan SKPD berkaitan untuk menindaklanjuti sikap tidak disiplin aparatur yang mangkir kerja setelah libur panjang Idul Fitri. Sebab perlu ada keadilan dari penegakan peraturan kepada ASN yang patuh dan tidak patuh. Hal ini mengingat dari 194 pegawai, sebanyak 13 orang ASN di Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang alfa tanpa keterangan jelas. Sementara yang izin dan cuti masing-masing satu orang serta sakit ada dua orang. Sehingga kehadiran hanya mencapai 93,3 persen.

“Tolong dicek betul, jangan pakai alasan. Karena mungkin ada yang berusaha keras untuk bisa masuk kerja, padahal baru pulang dari kampung. Sementara bagi yang tidak masuk, terlalu enak mereka. Karena jumlah 13 orang itu sangat banyak. Tolong dilaporkan, agar aturan ini berkeadilan,” jelasnya.

Dirinya juga meminta agar tugas ASN dilaksanakan dengan prinsip cepat, tepat dan benar. Sehingga dengan sikap tidak disiplin, dirinya melihat ada ketidaksesuaian antara apa yang disampaikan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi tentang pencapaian menuju Sumut berdaya saing dan sejahtera dengan kondisi kinerja aparatur di Pemprov Sumut.

“Selain kehadiran, yang penting juga efektifitas kerja. Jangan sampai Gubernur terus menyampaikan cita-cita menuju Sumut berdaya saing, tetapi di bawah, ASN nya tidak melaksanakannya. Jadi harus tegas dan berkeadilan,” katanya yang juga menerima laporan sebanyak 164 pegawai yang ada di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, hadir 98 persen, dua orang alfa tanpa keterangan dan satu orang izin. (Ayu Lubis)

News Feed