oleh

Sepekan Polsek Delitua Amankan 16 Premanisme

OKEBUNG|
Guna menindaklanjuti instruksi Kapoldasu,Irjen Pol Eko Hadi S yang diteruskan melalui Kapolresta Medan,Kombes Pol Nico Afinta Karo-Karo,SIK,SH,MH dalam menekan aksi tindak kejahatan, Polsek Delitua menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukumnya.

Hasilnya enam belas preman diamankan dalam sepekan,dua diantaranya diproses ke pengadilan.

Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH melalui Kanit Reskrim,AKP Martualesi Sitepu,SH,MH kepada okebung.com mengatakan, operasi yang digelar Polsek Delitua selama sepekan berhasil enam belas orang preman yang berfropesi sebagai juru parkir (jukir)liar.

“Dari enam belas orang tersebut,dua diantaranya kasusnya dilanjutkan ke pengadilan dan sisanya dipulangkan setelah diberikan pembinaan,”ungkap AKP Martualesi,Sabtu (17/01/2015).

Lanjutnya,adapun kedua preman yang bekerja sebagai juru parkir liar (jukir)tersebut Indra Putra Tarigan alias Indra (25) warga Jalan Pintu Air IV,Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor dan Alexsander Barus alias Pak Alki (43) warga Pasar VII, Sei Beraskata, Dusun V,Kecamatan Medan Sunggal.

“Keduanya dilanjutkan ke pengadilan berasnya karena terlibat kasus penganiayaan,”jelas AKP Martualesi.

Martualesi menjelaskan, tersangka Indra Tarigan ditangkap Kamis,(15/01/2015) kemarin,saat bebas tampung (Bestam),setelah keluar dari Lapas Tanjung Gusta, karena sebelumnya ditangkap atas kasus perampokan.

“Indra Tarigan kembali ditangkap karena melakukan penganiayaan terhadap korban Mikhaelpin Silalahi (22) warga Dusun III Paya Sari Sunggal di Jalan Pintu Air 4 Gang Kubah Kwala Bekala,Kec Medan Johor,”beber AKP Martualesi.

Dimana pada saat kejadian,kata Martualesi, tepatnya 01 Desember 2013 lalu, Indra Tarigan mengambil helm milik korban. Namun, begitu korban hendak meminta, korban malah dipukul dengan batu pada bagian kepala belakangnya. Akibat kejadian itu, korban sempat mengalami 10 jahitan di kepalanya.

“Korban saat dianiaya mengalami luka dibagian kepala belakangnya,” bebernya.

Sementara, Alexsander Barus ditangkap,Rabu (14/01/2015) karena melakukan penganiayaan terhadap Hanafi (48) warga Jalan Flamboyan Raya Kelurahan Tanjung Selamat.

“Dimana pada saat kejadian, tepatnya pada 06 Desember 2014 sekira pukul 11.30 WIB, korban yang sedang duduk didepan rumahnya, dihampiri pelaku dan langsung memukulinya”, kata kanit.

Usai memukuli korban Hanafi, sambungnya,tersangka kemudian menyeret korban sejauh 10 meter. Tidak hanya sampai disitu, korban juga dipijak-pijak hingga pingsan.

“Selain memukuli korban,tersangka juga dipijak-pijak dan diseret tersangka,”pungkas AKP Martualesi(jek)

News Feed