oleh

Sengketa Pilkada Labusel,Poldasu Serahkan Kasus ke Panwaslih Labusel

OKEBUNG|
Setelah memeriksa seluruh saksi dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua Partai Golkar versi Agung Laksono dalam surat pencalonan Bupati dan Cawabup Labuhan Batu Selatan (Labusel), maka Subdit I Kamneg Ditreskrimum Poldasu akhirnya melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka. 

Namun dalam hasil gelar perkara tersebut, Poldasu berkesimpulan bahwa kasus ini merupakan pelanggaran pemilu dan bukan pelanggaran pidana.

“Karena bukan pidana, dan merupakan pelanggaran dalam pemilu, maka kasus ini kita serahkan ke Panwaslih Labusel,” ujar sumber, Kamis (22/10/2015).

Menurutnya, gelar perkara kasus tersebut dihadiri 2 orang jaksa, dan rencananya, Poldasu akan berangkat ke Labusel untuk menyerahkan kasus tersebut. “Hari ini (Kamis) kita akan berangkat ke Labusel untuk menyerahkan kasus ini ke Panwaslih,” ujarnya.  

Setelah diserahkan ke Panwaslih, maka kasus ini akan diteliti dan ditelaah di Panwaslih, dan jika terbukti terjadi kecurangan dalam kasus tersebut, maka akan diserahkan ke Gakumdu Polres Labuhan Batu. 

“Nanti biar Panwaslih selama 21 hari yang mempelajari kasus tersebut dan kemudian menyerahkan kasus ini ke Gakumdu Polres Labuhan Batu,” katanya.

Jika terbukti melakukan pelanggaran pemilu, maka akan ditetapkan tersangka dan akan dikenakan hukuman 36 bulan penjara dan denda 36 juta.

Diketahui sebelumnya, untuk kasus ini, Poldasu telah memeriksa Agung Laksono pada Selasa (1/9) lalu di Jakarta. Kemudian, pada Kamis (03/09/2015), Poldasu memeriksa Ketua KPU Labusel, Imran Lesmana. Sekitar 2 minggu kemudian, giliran Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea diperiksa Polda Sumut, Rabu (16/09/2015) disusul, pemeriksaan calon Bupati Labusel, Usman pada Kamis (17/09/2015). 

Setelah itu, Romadhon Nasution selaku terlapor diperiksa, Senin (28/09/2015). Kemudian, giliran calon Wakil Bupati Labusel, Arwi Winata yang diperiksa, Rabu (30/9), pada Kamis (08/10/2015) dan Jumat (11/10), Tulusma Hutauruk yang diperiksa. 

Meski semua saksi yang ditentukan sudah diperiksa sesuai penjadwalan, namun kasus itu batal digelar perkara. Karena Penyidik Unit 4 Subdit I/Kamneng Ditreskrimum Polda Sumut, kembali memeriksa saksi, yakni RS pada Kamis (15/10/2015). 

Pemeriksaan itu, disebut dilakukan karena beberapa saksi, menyebut nama RS dalam perjalanan sampai terbitnya SK Plt Ketua Golkar Labusel.

Sementara diketahui sebelummya juga,terkait dugaan pemalsuaan tanda tangan Agung Laksono yang sedang ditangani Subdit I/Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, akhirnya RS mengaku mengirimkan berkas fit and propertes calon Bupati dan Wakil Bupati Labusel ke DPP Partai Golkar. 

Namun, setelah itu, RS mengaku jika proses selanjutnya tidak lagi urusannya, karena wewenang DPP. Termasuk penerbitan Surat Keputusan pengangkatan Romadhon Nasution, menjadi Plt Ketua Golkar Labusel.

“Saya sudah jelaskan, kapasitas saya sebagai Ketua Harian, hanya membawa berkas-berkas yang difit and propertes. selanjutnya urusan DPP dan itu juga dikerjakan oleh DPP, ” ungkap RS saat diwawancarai oleh wartawan usai menjalani pemeriksaan selama 2 jam lebih oleh Penyidik Unit 4 Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Poldasu
Lebih lanjut, Rajamin mengaku kalau dirinya diberitahu DPP Partai Golkar, ketika SK Plt Ketua Golkar Labusel itu keluar. 

Oleh karena itu, dikatakannya jika dirinya sempat bertanya kepada DPP soal keaslian SK tersebut dan disebut RS bahwa DPP menyebut SK itu asli.
“Katanya keduanya ditandatangani. Sekarang begini, ratusan hari itu, surat itu. Karena buru-buru jadi tidak dilihat, ” sambung RS menjelaskan.

Disinggung soal penentangan oleh Maladi untuk mendukung pasangan Usman dan Arwi Winata, dikatakan RS jika hal itu sudah dilaporkan ke DPP Partai Golkar. Dikatakannya, keadaan tersebut telah merugikan Partai Golkar dengan berkurangnya kepercayaan orang terhadap Partai Golkar.

“Sebenarnya politis, salah satu calon tidak menginginkan pasangan Usman maju. Dipakailan si Maladi. Makanya, kita laporkan ini ke DPP, untuk dapat dipelajari,” ujar RS mengakhiri pada wartawan di Mapoldasu.(EL)

News Feed